KLIKJATIM.Com | Gresik — Gelombang mutasi kembali terjadi di Pemerintahan Kabupaten Gresik.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani memutasi tujuh pejabat eselon II (Kepala DinasK di lingkungan Gresik di lantai empat Ruang Mandala Bakti Praja Kantor Bupati Gresik.
Baca juga: BKD Gresik Dinilai Lalai Dalam Menjalankan Fungsinya Karena Tidak Mampu Memfilter Proses Mutasi ASN
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dalam sambutannya usai melantik mengucapkan selamat kepada para pejabat yang dilantik. Semoga tempat yang baru ini benar-benar bisa tempat yang melaksakan tugas dengan baik.
"Maka kami minta kepada pejabat yang dilantik memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat Gresik," tuturnya, Kamis (17/11/2022).
Para pejabat yang dilantik, lanjut Gus Yani, harus mendorong inovasi. Kolaborasi tidak hanya menjadi tagline. Koordinasi dan komunikasi antar dinas harus bisa berjalan dengan baik.
"Dan turut aktif gotong royong dalam realisasi program Nawa Karsa. Karena nanti di tahun 2023, daerah membutuhkan peningkatan peningkatan pendapatan, pembangunan, dan lain sebagainya," imbuh Gus Yani.
Dia meminta program - program yang telah disusun harus diselesaikan. Termasuk Rumah Sakit Gresik Selatan yang menjadi ditargetkan bisa selesai diakhir 2023 mendatang.
"Saya yakin para pejabat bisa menjalankan tugas dengan baik," tegasnya.
Perlu diketahui, ada 129 pejabat dilantik dan diambil sumpah, mulai dari Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator, Pengawas, dan Fungsional di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Gresik.
Meliputi pejabat Pimpinan Tinggi Pratama eselon II B 7 orang, pejabat administrator eselon III A 16 orang, pejabat administrator eselon III B 10 orang, pejabat pengawas eselon IV A 22 orang, pejabat pengawas eselon IV B 23 orang, Kepala Puskesmas 3 orang, Kepala Upt SDN 23 orang, penyesuaian jabatan fungsional 24 orang.
Tujuh Pejabat Pimpinan Tinggi (PPT) Pratama itu diantaranya, Malahatul Fardah dari Staf Ahli Bupati Bidang Fisik Prasarana menjabat definitif Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perindag (Diskoperindag), penggantinya dijabat oleh Sutaji Rudy.
Untuk Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga (Disparekrafbudpora) dijabat drg Saifudin Ghozali.
Jabatan Inspektorat Edy Hadi Siswoyo berganti menjabat Asisten Perekonomian, dan Pembangunan Setda Kabupaten Gresik. Penggantinya Achmad Hadi.
Nuri Mardiana dari jabatan Kepala Badan Pendapatan, Pengelolaan, Keuangan, dan Aset Daerah (BPPKAD), menjabat Asisten Administrasi Umum Setda Pemkab Gresik.
Baca juga: Hearing Soal Mutasi, Komisi I DPRD Gresik Temukan Beberapa Catatan
Posisinya diganti oleh A M Reza Pahlevi menjabat Kepala BPPKAD. Serta satu pejabat eselon II Hari Syawaludin dikukuhkan menjabat Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil).
Dengan demikian, ada empat posisi Kepala Dinas yang kosong. Meliputi, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Keluarga Berencana Perlindungan Perempuan dan Anak (KBPPPA), dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). (yud)
Editor : Abdul Aziz Qomar