Musim Kemarau, Perumda Giri Tirta Masih Bisa Kirim Air 7 Tangki ke Daerah Kekeringan di Gresik

Reporter : Abdul Aziz Qomar - klikjatim.com

Salah satu sungai di Gresik yang debit airnya turun drastis (Qomar/Klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik – Kekeringan yang melanda akibat musim kemarau panjang di Kabupaten Gresik saat ini mengakibatkan banyak sungai mengering. Hal ini tentu menghawatirkan bagi ketersediaan air bersih masyarakat.

Direktur Utama Perumda Giri Tirta (PDAM) Kabupaten Gresik Kurnia Suryandi mengatakan, meski banyak sungai surut, tak mempengaruhi ketersediaan air baku Perumda Giri Tirta.

Karena, selain mendapatkan air dari sungai Brantas dan Bengawan Solo, PDAM Gresik juga mendapat suplai dari mata air Umbulan yang tak terpengaruh musim kemarau.

“Hanya memang sumber air di Kali Brantas turun 20 sampai 30 persen, yang disalurkan melalui Legundi,” kata dia.

Baca juga: 185 Tenda Kerucut Dibagikan Kepada UMKM di Jember

Meski demikian, tidak ada gangguan air bagi rumah tangga yang dilayani PDAM, terutama di Wilayah Gresik selatan yang dilayani dari sumber Legundi.

“Kira-kira ada 1.200 rumah tangga yang dilayani di wilayah Gresik selatan, tak ada kendala air kecuali juga ada pipa jebol,” tandas dia.

Begitupun suplai air dari Sungai Bengawan Solo, menurut Kurnia, air Bengawan Solo yang didapatkan dari Bendung Gerak Sembayat masih aman.

“Sejauh ini masih aman, kecuali kalau benar – benar kering sungainya. Sekarang Alhamdulillah kami masih bisa kirim air ke daerah atau desa yang mengalami kekeringan di Gresik, tujuh tangki sehari,” tandasnya.

Perlu diketahui, saat ini, Perumda Giri Tirta memiliki suplai air dari beberapa sumber, diantaranya dari Kali Brantas, Mata Air Umbulan dan Sungai Bengawan Solo. (qom)