klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

LP Ma'arif NU Banyuwangi dan Yayasan Karmel Adopsi Konsep Pendidikan UNESCO

avatar Abdul Aziz Qomar
  • URL berhasil dicopy
Foto kiri-kanan: Satrio Anindito (CEO Kupuku Indonesia), Al Mubarok (Ketual Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Banyuwangi), Ignatius Joko Purnomo, O.Carm (Ketua Yayasan Karmel Keuskupan Malang).
Foto kiri-kanan: Satrio Anindito (CEO Kupuku Indonesia), Al Mubarok (Ketual Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Banyuwangi), Ignatius Joko Purnomo, O.Carm (Ketua Yayasan Karmel Keuskupan Malang).

KLIKJATIM.Com | Jakarta - Sebagai kelanjutan dari Nota Kesepahaman yang telah ditandatangani oleh Kupuku Indonesia dengan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Banyuwangi dan Yayasan Karmel Keuskupan Malang, pada 24 Agustus 2022, di Banyuwangi, Jawa Timur, program kolaborasi tiga pihak ini turut mengadopsi konsep ideal pendidikan di masa depan yang dituliskan di dalam publikasi UNESCO yang berjudul “Reimagining Our Futures Together: A New Social Contract for Education”.

Kolaborasi tiga pihak ini memanfaatkan konsep Merdeka Belajar untuk melakukan transformasi Proses Pembelajaran yang melibatkan jenjang pendidikan dari TK, SD, SMP dan SMA.

Sehingga Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Banyuwangi dan Yayasan Karmel, sebagai lembaga pendidikan dapat meningkatkan mutu pendidikan dan lulusannya dengan orientasi konsep ideal yang diusung oleh UNESCO.

Sementara itu, Kupuku Indonesia akan memfasilitasi kerjasama dua lembaga pendidikan berbeda basis agama itu dalam bentuk pelatihan, pendampingan serta pengetahuan. Tujuannya, untuk memberikan dampak yang efektif bagi Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Banyuwangi dan Yayasan Karmel serta dapat diadopsi oleh sekolah-sekolah lainnya.

Pada hari Selasa, 28 Februari 2023, ketiga pihak menyepakati pedoman kerja bersama yang akan diturunkan ke tingkat sekolah-sekolah pionir yang telah ditetapkan oleh Lembaga Pendidikan NU Ma’arif Banyuwangi dan Yayasan Karmel. Kesepakatan pedoman ini ditandatangani oleh Satrio Anindito (CEO, Kupuku Indonesia), Zaki Al Mubarok, M.Si (Ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Banyuwangi) dan RP. Ignatius Joko Purnomo (Ketua Yayasan Karmel Keuskupan Malang).

Ketua Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU Banyuwangi Zaki Al Mubarok menyampaikan, kerjasama dengan Kupuku Indonesia dan Yayasan Karmel ini penting untuk tetap memastikan semangat moderasi beragama di LP Ma'arif NU Banyuwangi.

"seperti spirit Ukhuwah Basyariah sebagai salah satu platform pendidikan Nahdlatul Ulama," kata dia.

Baca juga: Siapkan SDM Unggul dan Berbudaya, Kupuku Indonesia, Lembaga Pendidikan NU Ma’arif, dan Yayasan Karmel Tandatangani MoU

Sementara itu, Satrio Anindito, CEO Kupuku Indonesia menjelaskan, transformasi pendidikan tentunya memberikan banyak gejolak dan seringkali menjadi lorong gelap ketika tujuan akhirnya tidak terlihat dengan jelas. Namun dari setiap gejolak yang muncul tentunya terdapat celah untuk berinovasi dan ruang untuk dialog.

"Dalam kerjasama ini, Kupuku Indonesia berupaya untuk memberikan “cahaya” di dalam “lorong yang gelap” tersebut dan berupaya untuk mengisi celah yang muncul dalam setiap gejolak," ujar Satrio.

Ketua Yayasan Karmel Keuskupan Malang RP. Ignatius Joko Purnomo, O.Carm menyebut, bagi Yayasan Karmel, kerjasama ini merupakan peristiwa yang sangat penting, yang membuat pihaknya dapat secara lebih baik ambil bagian dalam ikut serta mencerdaskan anak bangsa.

"Terutama mereka yang miskin dan berkekurangan secara materi dan intelektual," tutur Romo Joko.

Baca juga: Siswa Yayasan Karmel Akan Terlibat Mendesain Gedung Kampus ITSNU Banyuwangi

Penandatanganan kesepakatan pedoman kerja bersama ini dilakukan di Kantor PBB di Indonesia, dan turut disaksikan oleh Valerie Julliand dari the United Nations Resident Coordinator in Indonesia, Dr. Itje Chodidjah, Executive Chair of the Indonesian National Commission for UNESCO Ministry of Education, Culture, Research and Technology, Indonesia, Director of the UNESCO Regional Science Bureau for Asia and the Pacific and UNESCO Representative for Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, the Philippines, and Timor-Leste Mohamed Djelid, dan Y.W. Junardy, Presiden Indonesia Global Compact Network. (yud)

Editor :