klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Siswa Yayasan Karmel Akan Terlibat Mendesain Gedung Kampus ITSNU Banyuwangi

avatar Abdul Aziz Qomar
  • URL berhasil dicopy
Aksi nyata: Penandatanganan MoU bidang pendidikan anatara Kupuku Indonesia, Yayasan Karmel dan LP Ma'arif NU (Abdul Aziz Qomar/Klikjatim.com)
Aksi nyata: Penandatanganan MoU bidang pendidikan anatara Kupuku Indonesia, Yayasan Karmel dan LP Ma'arif NU (Abdul Aziz Qomar/Klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik — Kerjasama bidang pendidikan antara Kupuku Indonesia, Yayasan Karmel dan Lembaga Pendidikan (LP) Ma'arif NU tak hanya seputar pengajaran dan penyampaian materi pendidikan.

Dalam waktu dekat, pembangunan kampus Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama (ITSNU) Banyuwangi akan melibatkan siswa dan siswi Yayasan Karmel dalam mendesain arsitektur gedung ITSNU Banyuwangi.

Hal itu disampaikan Ketua PCNU Banyuwangi, KH Moh Ali Makki Zaini, wujud kerjasama bidang pendidikan dan kebudayaan yang dibangun tersebut tidak sebatas seremonial saja.

"Bahkan kami sudah konsultasikan kepada Ulama sepuh, dan diizini, kampus ITSNU Banyuwangi desainnya akan melibatkan murid-murid Romo Joko Purnomo (Plt. Ketua Yayasan Karmel & Perwakilan Keuskupan Malang)," ujar Gus Makki, sapaan akrabnya.

Kultur toleransi di Indonesia sebenarnya sudah sangat kuat. Menurut Gus Makki, bahkan arsitek Masjid Istiqlal pun adalah orang non muslim.

"Dan nantinya ITSNU akan jadi kampus yang inklusif, yang menerima semua murid berlatar agama apapun," katanya.

Romo Joko Purnomo dari Yayasan Karmel menyambut baik gagasan Gus Makki ini, menurut dia, kerukunan beragama berlandaskan nilai-nilai toleransi memang harus diwujudkan secara nyata dalam kerjasama berbagai bidang.

Sehingga bisa melahirkan sumberdaya manusia yang mumpuni dan berjiwa inklusif.

"Untuk tahap awal, akan ada empat Sekolah dari Karmel dan LP Ma'arif NU, semoga kerjasama ini mengeratkan jalinan persaudaraan sejati antar anak bangsa," tutur Romo Joko.

Perlu diketahui, Kupuku Indonesia sendiri adalah lembaga wirausaha-sosial (socio-preneur) yang difasilitasi oleh Indonesia Global Compact Network (IGCN) dan Sekolah Hati Suci.

Dibentuk sebagai wadah kolaborasi dalam melakukan transformasi pendidikan dengan fokus melibatkan kepala sekolah, guru, orang tua dan peserta didik, serta menitikberatkan pada kontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan ke-4 atau SDGs ke-4 tentang pendidikan berkualitas.

Yayasan Karmel, adalah lembaga sosial dan pendidikan Keuskupan Malang yang terpanggil dalam pencerdasan Anak Bangsa untuk tata kehidupan bersama yang berbudaya berdasarkan kasih dan peduli kepada yang miskin dan yang tinggal di pelosok-pelosok desa. (yud)

Editor :