Kini, RSUD Gambiran Kediri Bisa Lakukan Tes PCR

Reporter : Tsabit Mantovani - klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Kediri – Masyarakat di Kota Kediri dan sekitarnya kini bisa memeriksakan diri Covid-19 dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR). Itu terjadi setelah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gambiran Kota Kediri kini mampu melakukan pemeriksaan PCR untuk mendeteksi virus Corona atau Covid-19.

BACA JUGA :  Khofifah Klaim Pilkada Serentak 2020 di Jatim Aman dan Kondusif

Kepastian itu disampaikan Kementerian Kesehatan RI yang menunjuk Laboratorium RSUD Gambiran Kota Kediri untuk melakukan pemeriksaan spesimen dengan metode PCR. Selama ini pemeriksaan swab di Jawa Timur hanya dilakukan di tiga laboratorium, yakni Institute of Tropical Disease (ITD) Unair, Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit Surabaya, dan Rumah Sakit Universitas Brawijaya.

Direktur RSUD Gambiran dr. Fauzan Adima M.Kes menjelaskan, laboratorium rumah sakit dinyatakan telah memenuhi standar Biosafety Level (BSL) II untuk melakukan pemeriksaan spesimen dengan metode PCR. Ini akan mempercepat pemeriksaan swab karena tak perlu lagi mengantre di Surabaya.

Dikatakan, tidak semua rumah sakit rujukan mendapat kepercayaan melaksanakan Tes PCR Covid-19 ini. Kementerian Kesehatan harus memastikan kelayakan laboratorium dan kesiapan sumber daya manusia rumah sakit sebelum mengirimkan reagent untuk uji DNA Covid-19.

BACA JUGA :  Tambahan Positif Masih Tinggi, Bupati Banyuwangi Ajak Tingkatkan Protokol Kesehatan

Dengan kemampuan ini, lanjut Fauzan, petugas medis akan lebih cepat mengetahui status pasien yang diindikasi terjangkit Covid-19 untuk menentukan langkah pengobatan lebih lanjut. Sebelumnya, proses pemeriksaan ini membutuhkan waktu 1 – 2 minggu, karena panjangnya antrean pemeriksaan di laboratorium Surabaya.

“Panjangnya proses pemeriksaan swab ini kerap menjadi persoalan bagi rumah sakit di daerah. Mereka harus menahan pasien di ruang isolasi rumah sakit, hingga hasil swab keluar. Bahkan tak jarang hasil tersebut keluar setelah pasien meninggal dunia,” imbuh Fauzan.

Sementara itu, Dr. Qoirida Vinahari, Sp.PK yang bertugas di ruang Laboratorium RSUD Gambiran menjelaskan peralatan PCR yang dimiliki telah beroperasi secara mekanis (bukan manual). Satu unit mesin PCR bisa mengerjakan 4 spesimen sekaligus. Jika mesin bekerja dalam 6 jam, akan mampu mengerjakan 20 spesimen Covid-19 dengan akurat.

BACA JUGA :  UPT Baznas Perokimia Gresik Bagikan Sembako dan APD

“Makin cepat kita memeriksa spesimen pasien akan makin baik. Karena usia spesimen untuk layak diperiksa hanya 1 – 2 minggu, tergantung kondisi virusnya. Jika antrean pemeriksaannya lebih dari itu dikhawatirkan mempengaruhi akurasi hasilnya,” terang Qoirida.

Dengan kemampuan laboratorium ini, RSUD Gambiran Kota Kediri menjadi salah satu rumah sakit rujukan pemerintah daerah yang memiliki pelayanan penanganan Covid-19 paling lengkap di Jawa Timur. (hen)