klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Kepala dan Sekretaris Dikbud Jombang Dicopot Lalu Dijabat Plh Buntut Viralnya Video di Facebook

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Pj Bupati Jombang Teguh Narutomo usai apel penyerahan jabatan Plh Kepala Dikbud Jombang (Diana/Klikjatim.com)
Pj Bupati Jombang Teguh Narutomo usai apel penyerahan jabatan Plh Kepala Dikbud Jombang (Diana/Klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Jombang - Penjabat (Pj) Bupati Jombang, Teguh Narutomo mencopot jabatan Kepala dan Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) setempat, buntut dari kasus video beredar di Facebook yang mencatut keduanya.

Pemberhentian jabatan tersebut dilakukan pada Jumat, 23 Agustus 2024 di kantor Dikbud setempat, di mana Pj Bupati Teguh memberikan tugas Plh Kepala Dikbud Jombang kepada Wor Windari, sedangkan untuk Sekretaris dijabat oleh Abdul Madjid.

Pj Bupati Teguh mengatakan jika oknum ASN inisial S dan D yang tercatut dalam video diduga melakukan perilaku tidak senonoh ini akan dilakukan pemeriksaan, sehingga dilakukan pembebasan tugas sementara.

"Sesuai PP 94 Pasal 40, semua ASN yang sedang menjalani pemeriksaan akan dilakukan pembebasan sementara. Karena itu yang kami lakukan disini, Kepala Dinas beserta Sekretaris nya sedang dilakukan pemeriksaan kita bebaskan sementara," katanya usai pimpin penyerahan tugas Plh Kepala Dikbud setempat dan Sekretaris Dikbud setempat.

Saat ini pemeriksaan dilakukan secara mendalam terkait viralnya video yang mencatut nama keduanya, sehingga itu akan menjadi dasar acuan langkah Pemkab Jombang untuk rekomendasi lanjutan.

"Kalau memang kita temukan itu sebuah kesalahan, nanti akan ada rekomendasi sanksi. Kalau tidak ditemukan kesalahan, maka akan diperbaiki. Saat ini keduanya sedang di proses menjalani pemeriksaan," ujarnya.

Baca juga: Ada Pihak yang Membuat Laporan ke Polisi Merespon Postingan Facebook dengan Narasi PNS Mesum di Jombang

Meski demikian terkait dengan status ASN untuk S dan D, menurut Teguh masih disandang keduanya hanya saja jabatan definitif di Dikbud Jombang telah dicopot selama menjalani pemeriksaan.

"Model pemeriksaannya seperti biasa, diminta BAP, keterangan, sama halnya dengan kepolisian. Kami juga punya mekanisme yang sama terkait pemeriksaan tersebut," jelasnya.

Teguh juga mengaku akan menggandeng lembaga kompeten lainnya untuk memeriksa video yang tengah menghebohkan kota santri ini.

"Kita akan gali sedalam mungkin tentang kebenaran yang terjadi. Termasuk soal video tersebut, kita akan verifikasi ke lembaga terkait di Bareskrim untuk kita detailkan kebenarannya," ujarnya.

Selain itu Teguh juga mengatakan jika pihaknya juga akan memeriksa pihak-pihak lain yang terlibat, untuk mencari titik terang permasalahannya.

"Semua harus kita periksa dan klarifikasi, bukan hanya dua oknum pejabat Dinas ini, namun semua orang yang terlibat akan kita periksa juga," pungkasnya. (qom)

Editor :