Kasus Pemukulan Siswa di Gresik, Pelaku Jadi Tersangka Hingga Dicopot Sebagai Kepala Sekolah

Reporter : Abdul Aziz Qomar - klikjatim.com

Kapolres Gresik, AKBP Mochamad Nur Azis saat menggelar konferensi pers. (Abdul Aziz Qomar/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik — Polres Gresik akhirnya menetapkan mantan Kepala Sekolah MTs Nurul Islam, AN sebagai tersangka kasus pemukulan terhadap anak didiknya, Sabtu (7/1/2023). Korbannya ada belasan siswa dan siswi.

Kapolres Gresik, AKBP Mochamad Nur Azis menjabarkan kasus tersebut terjadi pada Selasa (3/1/2023) lalu. Saat itu 15 orang pelajar MTs Nurul Islam ketahuan sedang jajan di kantin SMK Nurul Islam yang bersebelahan dengan MTs.

SMK dan MTs tersebut sebenarnya satu yayasan. Namun ada aturan tidak boleh jajan di tempat lain.

“Kejadiannya tanggal 3 Januari dan ditangani Polsek Manyar. Karena sifatnya urgen, kasusnya kami tarik untuk ditangani di Unit PPA Satreskrim Polres Gresik,” kata AKBP Nur Azis didampingi Kasat Reskrim Iptu Aldhino Prima Wirdhan dalam konferensi pers, Sabtu siang (7/1/2023).

“Kejadian itu bermula ketika 15 siswi membeli makanan di kantin SMK Nurul Islam, sementara tidak boleh membeli di kantin lain. Kemudian dipanggil lalu terjadi pemukulan,” sambungnya.

Dia menjelaskan para korban diminta untuk berbaris. Lalu tersangka AN (51) (kepala sekolah) memukulnya dengan tangan kosong dan mengenai bagian kepala.

Jumlah pukulan bervariasi. Antara satu hingga empat kali per siswa. Akibatnya empat siswa perempuan pingsan.

“Hasil visum korban sudah keluar dan menunjukkan adanya luka lecet,” imbuh Kapolres.

Usai dilakukan gelar perkara pada Jumat (6/1/2023) malam, sang kepala sekolah ditetapkan tersangka dan diamankan setelah proses pemeriksaan.

Atas perbuatan ini, pihak pengurus yayasan pun mencopot jabatan AN sebagai Kepala Sekolah MTs Nurul Islam. Tersangka dijerat Pasal 351 KUHP dan/atau Pasal 80 UU/17/2016 tentang Perlindungan Anak. 

“Ancaman hukumannya 3,5 tahun penjara. Kemungkinan akan kami tahan. Intinya sekarang masih pemeriksaan,” tutup Kapolres.

Sementara itu, tersangka AN mengakui semua perbuatannya dan menyatakan menyesal atas perbuatannya. “Saya hanya menyampaikan mohon maaf atas kejadian ini. Saya sangat menyesal atas apa yang saya lakukan,” tutur dia.

Sementara itu, pembina Yayasan Nurul Islam, Heri Arifin turut menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat luas atas kejadian di Instansi pendidikan itu.

Dia menyatakan berkomitmen dan kooperatif mengikuti seluruh proses hukum yang berjalan. Meski demikian, pihaknya tetap memberikan pendampingan terhadap korban dan tersangka.

“Kami menyampaikan mohon maaf yang sebesar-besarnya atas kejadian yang tidak pernah kami duga ini. Kami sedang merintis program ramah anak, dan kemarin ada pemukulan. Menerima laporan itu, kami copot yang bersangkutan sebagai kepala sekolah dan kami berhentikan sebagai guru. Sekali lagi kami mohon maaf,” katanya.

Perlu diketahui, Kepala Sekolah MTs Nurul Islam yang berada di Sukomulyo, Kecamatan Manyar, Gresik dilaporkan wali murid ke Polsek Manyar pada Selasa 3 Januari 2023. Hal itu dilakukan usai anak dari wali murid tersebut dipukul oleh sang Kasek hingga pingsan. Dalam perkembangan kasusnya, diketahui anak didik yang dipukul lebih dari satu.

“(Yang dipukul) Anak saya dan teman- temannya, ada 20 anak lebih,” kata salah satu wali murid saat itu. (nul)