KLIKJATIM.Com | Gresik — Sekitar 428 Narapidana di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Gresik mendapatkan remisi (pemotongan masa penahanan).
Dari total sebanyak 428 narapidana yang mendapatkan remisi. 13 orang diantaranya langsung bebas.
Usai upacara Kemerdekaan RI Ke-78, tampak 13 narapidana yang mendapatkan remisi bebas sedang bersiap-siap keluar Rutan, Kamis (17/08/2023), beberapa napi tampak senang, juga satu diantaranya membawa hasil karya kerajinan selama berada di Rutan.
Saat tiba di pintu keluar, belasan narapidana langsung sujud syukur dan hormat bendera merah putih di depan Rutan.
PLH Kepala Rutan Gresik Anis Handoyo menjelaskan, pemberian remisi ini dalam rangkah HUT Kemerdekaan RI Ke-78. Ratusan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Rutan Gresik punya hak mendapatkan remisi. Dengan catatan memenuhi syarat administrasi dan subtansi.
"Narapidana yang memenuhi syarat administratif dan subtantif usulan remisi umum (RU) 2023, sebanyak 428 WBP," ucapnya, di Rutan Kelas IIB Gresik, Kamis (17/8/2023).
Baca juga: Warga Binaan Lapas Bojonegoro Dapat Remisi di Hari KemerdekaanMenurut dia, dari sebanyak 428 WBP yang mendapatkan remisi. Ada dua kategori remisi umum. Remisi umum I sebanyak 415 WBP, dan remisi umum II 13 WBP.
“Untuk remisi umum II langsung bebas. Sebanyak 13 WBP. Sedangkan remisi umum II masih berada di tahanan,” ujar pria yang juga sebagai Kasubsi Pelayanan Tahanan Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Gresik.
Para WBP yang mendapatkan remisi umum 1 atau bebas, dari berbagai macam perkara pidana. Mulai pencurian hingga perkara Narkotika.
Salah satu narapidana yang bebas Lailatul Sofianah. Perempuan berusia 31 tahun itu, mengaku sangat senang bisa mendapatkan remisi langsung bebas.
“Alhamdulillah saya sangat senang sekali. Terimakasih Rutan Gresik, saya bisa kembali bertemu keluarga,” katanya.
Sesuai dengan vonis, perempuan asal Surabaya itu, keluar rutan masih bulan depan. Dengan mendapatkan remisi ini, perempuan yang terlibat perkara pencurian pemberatan ini bebas lebih awal.
“Rencananya langsung pulang bertemu anak-anak,” tandasnya. (qom)
Editor : Abdul Aziz Qomar