Dorong Pertumbuhan DPK, Perbankan Sasar Tabungan Haji

Reporter : Redaksi - klikjatim

Foto: Proses pelayanan di Bank BNI Syariah. (Irawan/klikjatim.com)

GRESIK – Tingginya minat masyarakat untuk berangkat haji dan umrah direspon positif oleh kalangan perbankan. Terutama bagi bank syariah. Misalnya di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, sejumlah perbankan berlomba menawarkan produk tabungan haji dan umrah.

Bukan tanpa alasan bank berebut dana simpanan haji dan umrah. Selain mengarah sebagai nasabah tetap, potensi bisnis tabungan haji dan umrah juga cukup besar.

Kepala Cabang Bank Syariah Mandiri, Arief Budiawan, mengungkapkan, setiap tahun jumlah penerimaan pendaftar calon jamaah haji antara sekitar 100 sampai 200 orang. Jika dana yang disetorkan rata-rata Rp 25 juta per orang, maka potensi bisnisnya mencapai Rp 2,5 miliar sampai Rp 5 miliar.

“Itu belum lagi tabungan umrah yang jumlahnya lebih besar dibandingkan haji,” imbuhnya.
Potensi bisnis dari produk tabungan haji ini memang cukup besar. Sehingga banyak bank juga fokus menggarap produk tabungan haji. Hal ini bertujuan mendorong pertumbuhan kinerja, khususnya dari sisi pertumbuhan pembiayaan dan dana pihak ketiga (DPK).

“Kami terus menggenjot dana tabungan haji dan umrah. Salah satu strateginya dengan terus menyasar kantong-kantong pengusaha muslim di Gresik,” imbuhnya.

Arief menambahkan, tujuan awal nasabah tabungan haji memang hanya untuk keperluan haji. Tetapi nanti setelah biaya hajinya lunas, mereka diharapkan bisa menjadi nasabah tetap.

Hal senada juga dikatakan oleh Branch Manager Bank BNI Syariah, Heni Wiyono. Menurutnya, kenaikan dari sisi DPK untuk produk tabungan haji tercatat signifikan. Awal-awalnya sekitar Rp 230 juta. Namun sekarang tumbuh menjadi Rp 400 juta.

“Lewat strategi produk tabungan haji kami meyakini penghimpunan DPK bakal tumbuh. Di samping itu, diharapkan dapat meningkatkan volume transaksi,” tandasnya. Adapun starteginya adalah bekerjasama dengan travel biro untuk memperluas potensi nasabah berpenghasilan tinggi. (wan/hen)