klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Dokter Abdul Fatah Terpilih Jadi Ketua IDI Gresik 2025-2028, Siap Lanjutkan dan Perbaiki Program Kerja

avatar Abdul Aziz Qomar
  • URL berhasil dicopy
Pembukaan Muscab IDI Gresik kemarin (Qomar/Klikjatim.com)
Pembukaan Muscab IDI Gresik kemarin (Qomar/Klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Gresik menggelar seminar dan musyawarah cabang (Muscab) untuk memilih ketua baru periode 2025-2028.

Dalam pemilihan tersebut, dari lima calon yang bersaing, Dokter Abdul Fatah akhirnya terpilih sebagai ketua IDI Gresik menggantikan ketua sebelumnya, dokter Barkah. Proses pemilihan dilakukan melalui pemungutan suara.

Dokter Abdul Fatah meraih 62 suara, mengungguli dokter Tolib Bahasuan yang memperoleh 32 suara, dokter Lestari Sudaryanti dengan 19 suara, dokter Titin Ekowati 18 suara, dan Achmad Farid juga 18 suara.

Dalam sambutannya setelah terpilih, dokter Abdul Fatah menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota IDI Gresik.

"Sebagai ketua terpilih periode 2025-2028, saya mengucapkan terima kasih kepada semua dokter yang telah bekerja dengan baik untuk IDI Gresik," ujarnya, Sabtu, 26 April 2025.

Dokter spesialis penyakit dalam ini menambahkan bahwa dirinya akan segera menyusun program kerja sesuai mekanisme organisasi. Ia berkomitmen melanjutkan program-program baik yang sudah ada dan melakukan perbaikan pada aspek yang masih kurang, demi memberikan manfaat yang lebih besar kepada masyarakat.

Baca juga: Pekan Kebudayaan Daerah 2025 Digelar Selama Tiga Hari, Wabup Gresik: Upaya Pelestarian dan Penyebaran Informasi Budaya ke Masyarakat
"Alhamdulillah. Selanjutnya kami akan membuat program kerja, melanjutkan yang sudah baik, serta memperbaiki kekurangan sebelumnya. Kami berusaha semaksimal mungkin untuk mengabdi kepada masyarakat," tegas dr. Fatah.

Sebelum sesi pemilihan ketua, IDI Gresik juga mengadakan seminar yang membahas dua topik, yakni hukum kesehatan dan penyakit diabetes melitus.

Dalam seminar hukum kesehatan, dokter Titin Ekowati menyoroti pentingnya perlindungan sumber daya manusia (SDM) di sektor kesehatan, khususnya bagi para dokter, pasca-berlakunya Undang-Undang Kesehatan Nomor 17 Tahun 2023.

"Seminar tadi membahas tentang perlindungan SDM kesehatan, khususnya dokter, seiring implementasi UU Kesehatan No. 17 Tahun 2023," jelasnya.

Sementara itu, dalam seminar tentang diabetes melitus, dipaparkan bahwa jumlah penderita diabetes di Indonesia terus meningkat. Berdasarkan data International Diabetes Federation (IDF), pada tahun 2021 Indonesia menempati peringkat kelima dunia dengan jumlah penderita sekitar 19,47 juta orang. Angka ini diprediksi akan terus meningkat hingga mencapai 28,57 juta penderita pada tahun 2045. (qom)

Editor :