Diskotik, Tempat Karaoke dan Panti Pijat di Surabaya Diminta Tutup Selama Ramadan

Reporter : Ahmad Hilmi Nidhomudin - klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Surabaya–DPRD Surabaya meminta seluruh tempat rekreasi dan hiburan umum (RHU) diawasi ketat. Termasuk diskotik, tempat karaoke dan panti pijat.

Anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya Arif Fathoni mengatakan, berhentinya operasional RHU selama bulan Ramadan merupakan hal wajib yang tak bisa ditawar. Sekalipun dirinya belum pernah mendapatkan adanya RHU yang mencuri-curi kesempatan buka saat Ramadan.

“Saya mengharapkan sanksi tegas langsung tutup, izin operasionalnya dicabut,” kata Thoni, Kamis (31/3/2022).

Oleh karena itu, Ketua DPD Golkar Kota Surabaya berharap, selama bulan Ramadan seluruh pengelola RHU bisa mentaati aturan yang sudah berlaku.

“Bukan berarti menjadikan (pengawasan) oleh Satpol PP lengah,” ujarnya.

Menurutnya, kesadaran menghentikan operasional selama bulan suci juga merupakan ketaatan pada norma positif dan juga toleransi antar masyarakat.

“Saya pikir itu harus dipahami, toh ini (Ramadan) hanya satu diantara 12 bulan. Jadi, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan butuh kesadaran pemilik,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Satpol PP Surabaya Eddy Christijanto memastikan sudah mengeluarkan surat imbauan kepada pengelola atau penanggung jawab tempat usaha menjelang bulan suci Ramadhan.

Surat imbauan itu berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Kota Surabaya Nomor 23 Tahun 2012 tentang Kepariwisataan, Peraturan Wali Kota (Perwali) Surabaya Nomor 25 Tahun 2014 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Usaha Pariwisata, dan Surat Edaran Wali Kota Surabaya Nomor 443.2/5076/436.8.5/2022.

“Melalui dasar peraturan tersebut, maka seluruh pengelola atau penanggung jawab tempat usaha yang berada di Kota Surabaya harus mematuhi beberapa peraturan penting selama bulan Ramadhan dan malam Hari Raya Idul Fitri,” kata Eddy di ruang kerjanya, Selasa (29/3/20222).(mkr)