Cegah Peredaran Rokok Ilegal, Satpol-PP Gresik Gandeng Pers Gelar Sosialisasi

Reporter : Abdul Aziz Qomar - klikjatim.com

Wabup Gresik, Aminatun Habibah menghadiri kegiatan sosialisasi rokok ilegal. (Abd. Aziz Qomar/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Surabaya — Satpol PP Kabupaten Gresik, menggelar sosialisasi pemberantasan rokok ilegal bersama insan pers se Kabupaten Gresik, Jumat (18/11/2022). Kegiatan yang berlangsung di Surabaya ini menghadirkan beberapa narasumber dari Bea Cukai Gresik, Polres, Kejaksaan Negeri (Kejari), serta Kodim 0817.

Kepala Dinas Satpol PP Kabupaten Gresik, Suprapto menyampaikan, pihaknya sengaja menggandeng insan pers, karena dinila punya peran strategis terkait penyebaran informasi tentang rokok ilegal. “Sehingga informasi tentang rokok ilegal dan ciri-cirinya bisa disampaikan, kemudian masyarakat akhirnya memahami,” tuturnya.

Harapannya dengan penyampaian informasi mengenai rokok ilegal beserta aturan cukainya tersebut bisa mencegah peredaran rokok ilegal. Bahkan dihilangkan.

“Karena ketika rokok ilegal beredar, maka cukai yang bisa jadi sumber pendapatan pemerintah maka akan hilang,” paparnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Kantor Bea Cukai Gresik, Eko Rudi Hartono selaku narasumber menerangkan bahwa rokok ilegal itu paling mudah diketahui melalui pita cukainya. “Kalau tidak ada pita cukainya mesti ilegal, ada juga yang pita palsu dan pita cukai yang sudah expired,” kata dia.

Informasi seperti ini, lanjut Eko, mestinya disampaikan kepada masyarakat. Pasalnya banyak lapisan masyarakat yang belum tahu dan faham terkait hal ini.

“Banyak toko kelontong kecil-kecil di kampung yang tidak tahu rokok yang dia jual adalah rokok ilegal. Saat diselidiki memang benar-benar tidak tahu, jadi mereka ini kan sebenarnya korban,” bebernya.

Sementara itu, Wakil Bupati Gresik, Aminatun Habibah pada kesempatan itu mengapresiasi langkah Satpol PP yang menggandeng insan pers dalam sosialisasi tentang rokok ilegal tersebut. Bu Min—sapaan Aminatun Habibah—menilai bahwa di lapisan bawa atau di tengah masyarakat belum begitu teredukasi terkait rokok ilegal.

“Makanya saya kira penting, teman-teman wartawan menjalankan fungsi edukasi untuk menyampaikan informasi tentang rokok ilegal ini,” tegas Bu Min. (nul)