Selama Memimpin Gresik, Bupati Sambari Naikkan Insentif Guru 10 x lipat Jadi Rp 600 Ribu Perbulan

klikjatim.com
Bupati Sambari saat melihat kegiatan ujian nasional, selama 10 tahun memimpin Kabupaten Gresik anggaran pendidikan naik hingga menjadi Rp 787 miliar.

KLIKJATIM.Com | Gresik - Bupati Sambari Halim Radianto angkat bicara terkait sorotan bahwa anggaran pendidikan dan tunjangan guru tidak diperhatikan selama dirinya memimpin Kabupaten Gresik bersama Moch Qosim. Selama 10 tahun terakhir, insentif guru meningkat dari Rp 50 ribu menjadi Rp 600 ribu perbulan.

[irp]

Baca juga: Perkuat Transformasi Digital ASN, Pemkab Gresik Gandeng Kementerian Komdigi Gelar Government Transformation Academy 2026

"Itu juga berlaku untuk semua guru, mulai guru sekolah swasta negeri, madrasah diniyah, TPQ, Paud, hingga guru-guru di pondok pesantren yang jumlahnya variatif," kata Bupati Sambari Halim Radianto.

Sebagai Bupati Gresik, dirinya berkomitmen serius dalam menangani berbagai persoalan pendidikan di Gresik. Mulai pembangunan sarana fisik, kesejahteraan guru hingga kualitas pendidikan dan pola pengajaran yang diberikan kepada siswa. Bahkan sejak 2010 hingga 2020, anggaran pendidikan di Gresik telah mengalami kenaikan sepuluh kali lipat. Pada 2010, anggaran pendidikan dipatok Rp 414,251 miliar. Kemudian tiap tahun naik hingga 2020 naik menjadi Rp 787,594 miliar.

"Bersama Pak Wabup Moch Qosim, saya sejak awal konsentrasi memberi perhatian kepada dunia pendidikan. Jika selama ini yang dipersoalkan kenapa THR di era sebelumnya yang dibagikan Rp 100 ribu dihilangkan. Itu tidak kami hilangkan, tidak kami cabut. Namun karena aturannya melarang pemberian THR. Sebagai gantinya, kami perbesar insentif guru hingga Rp 600 ribu perbulan pada tahun ini," terang Bupati Sambari Halim Radianto.

Dikatakan, ini sebagai salah satu wujud komitmen Pemkab Gresik dalam membenahi sektor pendidikan bisa dilihat dari besaran anggaran pendidikan yang setiap tahunnya mengalami peningkatan. "Dan Insya Allah, tahun depan, anggaran pendidikan juga akan kami tambah. Termasuk menganggarkan Rp 10 miliar untuk menyelesaikan pembangunan SMP Negeri 34 di Kecamatan Driyorejo," jelas Bupati Gresik.

[caption id="attachment_37746" align="aligncenter" width="751"] Anggaran pendidikan Kabupaten Gresik sejak 2010 yang terus melesat kenaikannya.[/caption]

Baca juga: Bupati Gresik Berangkatkan 376 Jamaah Haji Kloter 46

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik menjelaskan, kenaikan anggaran pendidikan hingga tahun ini dipatok 787 miliar merupakan wujud keseriusan Pemerintah daerah dalam menghadirkan layanan pendidikan berkualitas bagi masyarakat. “Hal ini bentuk perhatian dari Pemerintah bahwa sektor pendidikan merupakan hal yang penting dan tidak bisa diabaikan,” tegas Mahin.

Dijelaskan, tidak pembangunan di sektor infrastruktur saja, kesejahteraan guru baik negeri maupun swasta tidak pernah luput dari perhatian pemerintah. Hal itu bisa dilihat dari kenaikan insentif guru SD maupun SMP dibawah Dinas Pendidikan Gresik. Pada 2009 insentif guru swasta yang mengajar di tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) hanya Rp 50 ribu perbulan. Namun saat ini naik lebih dari sepuluh kali lipat menjadi Rp 600 ribu perbulan.

Hal yang sama juga terlihat untuk insentif guru negeri non K2 dari yang semula hanya mendapatkan insentif Rp 250 ribu perbulan kini menjadi Rp 1 juta perbulan. “Kami juga memberikan perhatian besar kepada guru K2 non PNS. Insentif yang mereka terima kini setiap bulannya sebesar Rp 2,3 juta dari yang semula hanya Rp 1,5 juta,” kata mantan guru olah raga ini.

Tidak hanya itu, Mahin juga menampik adanya kabar terkait penghapusan insentif guru TPQ/TPA dan PAUD. Menurutnya kabar itu sengaja dihembuskan oleh pihak-pihak yang diluar tenaga pendidik.

Baca juga: Lepas Jamaah Haji Kloter 46, Bupati Gresik Berpesan untuk Fokus Ibadah dan Jaga Kesehatan

Ditegaskan, insentif guru TPQ/TPA dan PAUD justru naik lebih dari lima kali lima kali lipat selama sepuluh tahun terakhir. Dari yang semula hanya Rp 50 ribu perbulan menjadi Rp 250 ribu perbulan. Perhatian yang sama juga diberikan Pemkab Gresik kepada lembaga pendidikan dengan mengucurkan Bantuan Anggaran Operasional (BOP) sebesar Rp 2,5 juta pertahun kepada 777 lembaga.

“Sebelum pak Sambari jadi bupati BOP kepada sekolah ini malah tidak ada sama sekali. Sehingga lembaga pendidikan PAUD harus mencukupi kebutuhan operasionalnya tanpa bantuan pemerintah,” terang Mahin.

Ditempat terpisah, Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto menegaskan selama 10 tahun dirinya memimpin Pemerintah Daerah sektor pendidikan merupakan hal yang diprioritaskan. “Tidak hanya pembangunan infrastruktur saja namun kesejahteraan tenaga pendidik atau guru serta kualitas pendidikan yang diberikan juga kami perhatikan secara serius. Sebab sejak awal kami berkomitmen bahwa pendidikan ini merupakan cikal bakal dari lahirnya prestasi anak bangsa,” kata Sambari. (*)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru