KLIKJATIM.Com | Gresik - Dalam menangani persebaran pandemi, Pemerintah Kabupaten Gresik bersama Satuan tugas (satgas) percepatan penanganan Covid-19 menerapkan metode intervensi kesehatan lingkungan. Hasilnya cukup memuaskan, hingga kini Gresik termasuk zona oranye dan jumlah kasus baru berkurang signifikan.
Direktur Kesehatan Lingkungan (kesling) Kementerian Kesehatan dr Imran Agus Nurali menyebut, langkah yang ditempuh Pemerintah Kabupaten Gresik dalam pengendalian Covid-19 cukup berhasil. Ini diketahui dalam hal sinergitas antar elemen, sehingga bisa jadi percontohan untuk direplikasi daerah lain."Kita dapati di kabupaten Gresik sudah cukup baik dalam Intervensi kesehatan lingkungannya, hal itu terlihat antara lain tersedianya sarana 3M, produksi masker oleh UMKM, kegiatan disinfeksi, dan sinergi dengan swasta, unsur masyarakat, kepala desa dalam mengubah perilaku hidup sehat masyarakat," pujinya usai penyambutan tim visitasi oleh Bupati Gresik (22/10/2020)
Mengapa intervensi Kesehatan Lingkungn? Menurut Imran karena, aspek lingkungan dan perilaku masyarakat menyumbang tujuh puluh lima persen atas kualitas kesehatan masyarakat. "Apalagi dalam kondisi seperti ini tentu kesehatan lingkungan dan perilaku hidup sehat sangat menentukan dalam pengendalian penademi," terangnya.
Baca juga: Bupati Gresik Berangkatkan 376 Jamaah Haji Kloter 46
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gresikdrg Saifudin Ghozali menyebut, hasil visitasi cek lingkungan oleh direktur kesehatan masyarakat dan pengurus Himpunan ahli kesehatan lingkungan (Hakli) cukup baik."Tadi Desa Sekargadung kecamatan Dukun yang dikunjungi Tim visitasi. Hasilnya desa itu secara mandiri mampu untuk melakukan intervensi kesling, dan kedepannya akan dijadikan pilot project untuk diterapkan di daerah lain" jelasnya.
Baca juga: Lepas Jamaah Haji Kloter 46, Bupati Gresik Berpesan untuk Fokus Ibadah dan Jaga Kesehatan
Dia menyebutkan, indikatornya keberhasilan itu antara lain terlihat di Desa Sekargadung yang mampu membuat masker sendiri untuk kebutuhan warganya. Mereka juga mampu menyediakan tempat cuci tangan dan melakukan disinfeksi rutin di tempat keramaian serta fasilitas umum. "Dalam aspek kesehatan lingkungannya sudah mampu secara mandiri melakukan upaya pencegahan Covid-19," tandasnya. (bro)
Editor : Abdul Aziz Qomar