Di Kediri, Khofifah Minta Anak Muda Teruskan Tradisi Tenun Ikat

klikjatim.com
Gubernur Khofifah saat mengunjungi UMKM tenun di Kediri Kota. (M Shohibul Anwar/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Kediri - Tenun ikat merupakan salah satu kekayaan budaya lokal yang harus terus dilestarikan. Sehingga diperlukan adanya regenerasi untuk bisa tetap berjalan dengan baik.

[irp]

Baca juga: Tingkatkan Kesadaran Safety Riding dan Bangkitkan Semangat Pelajar, MPM Honda Jatim Gelar School Roadshow

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa saat berkunjung ke Kampung Wisata Tenun Ikat di Bandar Kidul, Kota Kediri mengatakan, tradisi menenun di wilayah setempat menjadi bagian dari tradisi yang diwariskan dari budaya. Karena itu pemilik tenun ikat diharapkan, bisa mengajak anak muda untuk mencintai tradisi menenun.

Dengan demikian, lanjutnya, anak muda akan menjadi bagian yang bisa melestarikan tradisi tenun. Artinya proses hulu hilirnya harus dapat berjalan dengan baik seperti pemintalan benang, mengikat.

Khofifah juga mengapresiasi terkait gerakan ekonomi UMKM melalui tenun di Kediri. Pasalnya telah memberikan contoh sangat bagus dalam penerapan protokol kesehatan Covid-19.

“Ini merupakan sesuatu yang menjadi referensi para milenial lestarikan budaya menenun, karena mereka yang menenun anak-anak muda. Ini sebuah ketelatenan yang harus dibangun oleh para penenun. Dan anak-anak muda di sini regenerasinya berjalan dengan baik. Harapannya, ekonominya gerak, protokol kesehatan terjaga,” kata orang nomor satu di Jatim ini.

Baca juga: Bawa Semangat Sportivitas, Honda DBL 2026 East Java – South Resmi Bergulir Jadi Wadah Potensi Pelajar di Malang

Selain itu, Khofifah juga mengapresiasi Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar. Karena telah mendorong masyarakat terutama ASN kota setempat untuk menggunakan masker tenun.

“Ini keren sekali. Tenun Ikat Kota Kediri akan menjadi icon baru bagi seragam di berbagai perkantoran dan sekolah, sehingga tumbuh kembang tradisi tenun akan ketemu desain yang terus terupdate,” tandasnya.

Dalam kesempatan ini Gubernur Khofifah juga menjelaskan, Pemprov Jatim memiliki Millenial Job Center (MJC). Perlu diketahui bahwa keberadaan MJC tersebut untuk menyiapkan para millenial yang punya talent. Misalkan designer web, fografer, kameramen dan sebagainya.

Baca juga: Honda DBL 2026 East Java – North Bergulir, MPM Honda Jatim Hadirkan Kompetisi dan Aktivitas Seru untuk Generasi Muda

“Kita punya beberapa format desain program berbasis Bakorwil. MJC kita tempatkan di Bakorwil seperti di Madiun, Malang, Pamekasan, Jember, dan Bojonegoro,” jelasnya.

Untuk menunjang MJC ini, telah disiapkan command center dan co working space yang baik. Tujuannya agar para millenial bisa berinteraksi dan tanpa dikenakan biaya. (nul)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru