Kematian Pasien Covid-19 di Jatim Tinggi, Ini Penyebabnya

klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Surabaya—Pasien covid-19 di Jatim yang meninggal masih tinggi. Rata-rata pasien yang meninggal karena adanya komorbid atau penyakit penyerta.

[irp]

Baca juga: Buka Kantor Baru dan Siapkan Kejutan Kader Anyar, DPD PSI Jember Tegaskan Dukungan Penuh untuk Gus Fawait

Prosentase angka kematian mencapai 91,9 persen. Komorbid tertinggi sendiri yakni diabetes, dengan prosentase sekitar 27,6 persen. Sedangkan komorbid lainnya adalah hipertensi dengan 23 persen, serta penyakit gagal jantung dengan prosentase 19 persen.

"Ternyata ada beberapa penyakit yang membuat kematian tinggi seperti penyakit ginjal dengan risiko kematian 3,7 kali lipat, diabetes 3,4 kali lipat, gagal jantung 3,1 kali lipat untuk mengalami kematian," papar Anggota Tim Kuratif Gugus Tugas Covid-19 Jatim dr Makhyan Jibril Al Farabi, Sabtu (3/10/2020).

Baca juga: Dari Ekonomi hingga Literasi, Patra Logistik dan Universitas Airlangga Kolaborasi Jalankan Program TJSL di Surabaya

Selain tingginya angka kematian disertai dengan komorbid, kata dr Jibril, temuan lainnya yaitu karena keterlambatan pasien untuk berangkat ke rumah sakit.

Ia mencatat, di Jatim sendiri ada sekitar 20 persen kasus kematian akibat covid-19 di UGD atau ruang resusitasi. "Artinya pasien sudah terlanjur berat baru ke rumah sakit,” jelasnya.

Baca juga: Gubernur Khofifah Sampaikan Nota Penjelasan Dua Raperda Strategis di DPRD Jatim

Ia menambahkan, saat ini pihaknya tengah melakukan audit dan profiling untuk menganalisis sebab kematian covid-19. Dengan demikian, diharapkan angka kematian karena covid-19 di Jatim dapat ditekan.

Sementara itu, untuk kasus pasien meninggal karena covid-19 hingga Jum'at (2/10/2020), Jatim terus mengalami penambahan. Tercatat saat ini ada 3.240 orang yang meninggal akibat terpapar virus corona atau covid-19. (mkr)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru