KLIKJATIM.Com | Surabaya—Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan angka kesembuhan di Jatim terus meningkat. Sedangkan angka rata-rata positif menurun.
[irp]
Baca juga: Apresiasi Loyalitas, 78 Personel Polres Bojonegoro Terima Tanda Kehormatan Negara
Khofifah menjelaskan, testing di Jatim juga terus ditingkatkan. Per hari Selasa (22/9/2020) saja, ada sebanyak 933.082 rapid test dan 288.304 test PCR. "Angka rapid ini merupakan yang tertinggi di Indonesia," ujar Khofifah, Selasa (22/9/2020).
Sedangkan untuk test PCR, kata Khofifah, pada periode Mei-September 2020, Jatim menjadi provinsi dengan test PCR tertinggi kedua setelah Jakarta. Dan sebelumnya, positivity rate mingguan di Jatim per bulan Juli sempat mencapai 31 persen, per minggu ini positivity rate sudah turun menjadi 16 persen.
Baca juga: Petaka Sopir Mengantuk, Xpander Seruduk Motor, PKL, hingga Warung Sembako di Sumenep
“Alhamdulillah, kurva jumlah testing PCR harian di Jawa Timur terus konsisten naik. Kenaikan jumlah tes ini juga diikuti dengan penurunan positivity rate. Ini menunjukkan bahwa upaya peningkatan testing dan isolasi mulai membuahkan hasil,” kata Khofifah.
Terkait treatment, lanjut Khofifah, Jatim hingga saat ini menjadi provinsi dengan kesembuhan tertinggi di Pulau Jawa. Per selasa sore kesembuhan telah mencapai 82,04 persen setara dengan 33.978 orang jauh diatas rata-rata nasional yang tercatat 72,9 persen pada selasa (22/9) sore.
Baca juga: Anggaran Sampang Dipangkas, Komisi II DPRD Desak Desa Mandiri dan Berhenti Berpangku Tangan
Saat ini, pasien konfirmasi yang dirawat di Jatim sebanyak 4424 pasien setara 10,68 persen. Jumlah Bed isolasi juga tercatat tertinggi di Indonesia yakni 6.611 bed dan ICU sebanyak 860 bed. (mkr)
Editor : Redaksi