Layanan Labkesda Dianggap Tidak Jelas, Pengamat: Cuma Peresmian Aja!

klikjatim.com
Peresmian Laboratorium Kesehatan Daerah Kota Surabaya beberapa waktu lalu. (ist)

KLIKJATIM.Com | Surabaya - Baru-baru ini Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meresmikan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) di Jalan Gayungsari No 124, Surabaya. Di sana, warga kota bisa mendapat fasilitas tes swab gratis.

[irp]

Baca juga: Buka Kantor Baru dan Siapkan Kejutan Kader Anyar, DPD PSI Jember Tegaskan Dukungan Penuh untuk Gus Fawait

Namun langkah wali kota itu dinilai terlalu lamban. Pasalnya, banyak daerah lain di Jatim yang justru sudah lebih awal menggelar tes swab baik itu secara random ataupun massal.

Selain itu, belum ada kejelasan terkait standar pelayanan di Labkesda tersebut. Sehingga, masih simpang siur apakah Labkesda hanya untuk lab pengujian atau pengambilan sampel.

"Kejelasan standart atas pelayanan di Labkesda, tata urut dan alur belum ada kejelasan," ujar Pengamat Politik UIN Sunan Ampel Surabaya Andri Arianto kepada Klikjatim.com, Sabtu (19/9/2020).

Dosen Fisip Uinsa itu menuding, jika laboratorium kesehatan yang diresmikan oleh Risma, pada Selasa (15/9/2020) lalu itu, hingga kini juga belum siap untuk dioperasikan.

Baca juga: Dari Ekonomi hingga Literasi, Patra Logistik dan Universitas Airlangga Kolaborasi Jalankan Program TJSL di Surabaya

"Surabaya yang baru saja meresmikan Labkesda faktanya belum siap dan belum bisa dioperasikan. Cuma peresmian aja," katanya.

Sedangkan terkait sosialisasi tes swab gratis untuk warga Surabaya ini, Andri menilai jika Pemkot terlalu buang-buang waktu. Sebab, sosialisasi hanya mengandalkan jaringan di tingkat RT dan RW saja.

"Sosialisasi dan mekanisme jika warga ingin melakukan tes swab mengandalkan jaringan ditingkat RW/RT, masih butuh waktu untuk prosesnya," jelas Andri.

Baca juga: Gubernur Khofifah Sampaikan Nota Penjelasan Dua Raperda Strategis di DPRD Jatim

Ia lantas mencontohkan, seperti kampung tangguh yang pernah diusulkan dan telah dibuat oleh Pemkot Surabaya. Faktanya, kampung tangguh tersebut juga tidak bisa bertahan lama. "Tidak lama, karena faktor ketidakjelasan anggaran serta membebankan warga kampung," pungkasnya. (bro)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru