KLIKJATIM.Com | Surabaya—Meski pasien covid-19 di Jatim cenderung meningkat, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memastikan jumlah bed (ranjang) isolasi untuk pasien masih cukup aman.
[irp]
Baca juga: Lindungi Hak Sipil Warga, 41 Pasangan di Lamongan Ikuti Isbat Nikah Terpadu 2026
Hal itu diungkapkan Khofifah seiring naiknya angka konfirmasi positif covid-19 di Jatim dalam beberapa pekan terakhir. Ia meminta agar masyarakat tidak takut untuk ke rumah sakit.
"Saat ini bed isolasi di Jawa Timur relatif cukup. Bed occupancy rate-nya 49 persen. Prosentase ini ideal dan sesuai dengan standar bed occupancy ratio menurut WHO, yakni di bawah 60 persen," terangnya, Jum'at (11/9/2020).
Baca juga: Riding Malam Hari? Perhatikan Enam Poin Penting Ini Agar Tetap #Cari_Aman di Jalan
Kendati demikian, Khofifah tetap mengimbau agar masyarakat tetap waspada dan patuh terhadap protokol kesehatan. Ia berpesan, sebaiknya masyarakat membatasi aktivitas yang dirasa itu beresiko tinggi terhadap penularan covid-19.
Sementara jumlah bed isolasi di Jatim sendiri yakni sebanyak 6.611 bed. Dan ICU isolasi sebanyak 860 bed. Menurutnya, jumlah itu sekaligus menjadikan Jatim sebagai wilayah dengan kapasitas bed isolasi dan ICU isolasi tertinggi di Indonesia.
Baca juga: Menaker: Perjanjian Kerja Bersama Jadi Pijakan Perkuat Hubungan Industrial dan Produktivitas
"Ini semua, buah dari ikhtiar Pemprov Jatim bersama Pemkab/Pemkot untuk meningkatkan jumlah bed isolasi. Dari Maret 525 bed, sekarang naik 12 kali lipat menjadi 6.611 bed," pungkasnya. (mkr)
Editor : Redaksi