KLIKJATIM.Com | Blitar—Benda aneh dikirim orang tak dikenal di kantor KPU Kota Blitar di Jalan Pemuda Soepono, Kecamatan Sananweran. Benda aneh tersebut berupa kembang setaman dan boneka tertusuk jarum dari belakang. Apa itu santet?
[irp]
Baca juga: Apresiasi Loyalitas, 78 Personel Polres Bojonegoro Terima Tanda Kehormatan Negara
Ketua KPU Kota Blitar, Choirul Umam menyatakan, sopir KPU menemukannya pada Senin (7/9/2020) tengah malam.
"Jadi Senin (7/9) sekitar pukul 23.00 WIB kami baru pulang dari bawaslu. Lalu koordinasi sebentar dan pulang ke rumah masing-masing sekitar pukul 24.00 WIB. Lalu mas Aris usai mengantar Mas Habib kembali ke kantor. Saat itu sekitar pukul 01.08 ketika membuka pintu gerbang kantor, Mas Aris menemukan selembar daun pisang berisi kembang setaman dan sebuah boneka kertas yang tertusuk jarum di bagian belakang," tutur Umam seperti dilansir detikcom, Jumat (11/9/2020).
Kembang setaman dan boneka kertas itu, lanjut dia, diletakkan sekitar 3 meter dari dalam pintu gerbang. Aris kemudian menghubungi Umam melaporkan temuan aneh itu dan mendokumentasikan berupa video.
"Saya minta dokumentasikan, jangan disentuh. Sekarang lebih hati-hati dan perbanyak baca Selawat," jelasnya.
Umam menilai, tindakan mengirimkan barang aneh ini ke KPU Kota Blitar menjadi semacam teror bagi pihaknya. Karena mereka menjadi tidak fokus bekerja menjalankan tahapan-tahapan dalam Pilwali Blitar.
Baca juga: Petaka Sopir Mengantuk, Xpander Seruduk Motor, PKL, hingga Warung Sembako di Sumenep
"Menurut kami ini semacam teror ya. Kami ingin fokus bekerja dengan baik selama tahapan Pilkada Serentak 2020 ini. Yang kami urusi dan pikirkan banyak," pungkasnya.
Usai mendapatkan teror kiriman benda aneh ini, KPU Kota Blitar kemudia langsung melaporkannya kepada polisi. Lima komisioner yakni Choirul Umam, Rangga Bisma Aditya, Hernawan M Khabib, Edi Saputra dan Ninik Sholihah. Mereka mengkonsultasikan kiriman aneh ini dan menyerahkan barang bukti ke Kasat Intel Polresta Blitar.
"Jadi kami berlima ke Mapolresta Blitar berkaitan mengkonsultasikan teror yang ditujukan kepada kami. Dan ini penting untuk kami, karena kami ingin konsentrasi dan gak ngurusi hal-hal kayak gini ini," kata Umam.
Baca juga: Anggaran Sampang Dipangkas, Komisi II DPRD Desak Desa Mandiri dan Berhenti Berpangku Tangan
Selain berkonsultasi dengan Kasat Intel, AKP Sonhaji, mereka juga membawa barang bukti. Berupa foto dan video kembang setaman dan boneka kertas tertusuk jarum di bagian belakang. Sementara benda aslinya, telah dimusnahkan pada Selasa (8/9) sekitar pukul 07.07 WIB.
Sementara Kasat Intel Polresta Blitar, AKP Sonhaji menyatakan telah menerima barang bukti. Barang bukti tersebut akan diserahkan ke kasatreskrim, apakah cukup dijadikan barang bukti untuk kelanjutan penanganan kasusnya.
"Kami telah menerima barang buktinya. Nanti akan kami sampaikan ke kasatreskrim untuk penanganan lebih lanjut," kata Sonhaji. (hen/detik)
Editor : Redaksi