KLIKJATIM.Com | Surabaya - Bawaslu Kota Surabaya menyayangkan sikap KPU yang dianggap kurang transparan terkait hasil swab test Bacawali Surabaya.
"Terkait swab test kemarin, entah kenapa KPU tidak terbuka. Itu aja," ceplos Ketua Bawaslu Kota Surabaya Muhammad Agil Akbar saat di temui di kantornya, Rabu (9/9/2020).
Baca juga: Kinerja Operasional Semester I 2026 Tumbuh Positif, Pelindo Raih Apresiasi Komisi VI DPR RI
[irp]
Agil mengatakan, seharusnya KPU Surabaya sudah terbuka sejak awal. Sebab, azas pelaksanaan dalam undang-undang pemilu, salah satunya adalah terbuka.
Bawaslu, lanjutnya, juga telah meminta keterangan secara resmi terkait pemeriksaan kesehatan tersebut. Namun sayangnya, hingga saat ini KPU juga belum merespon.
Baca juga: Meriahkan Tema HEAL 2026, Dua Pegawai KAI Berkostum JFC Sambut Penumpang di Stasiun Jember
"Kami minta keterangan resmi, (KPU) belum respon. Namun belum tersampaikan hingga pagi tadi," terang dia.
Sementara menanggapi kabar salah satu Paslon positif covid-19, Agil mengungkapkan, jika salah seorang dari anggota Bawaslu juga mengikuti tes swab saat itu. Namun hingga Rabu, 9 September 2020 pagi, hasil swab tersebut juga belum diterima.
Baca juga: Bikin Haru dan Bangga! Untuk Pertama Kalinya, Siswa Sekolah Rakyat Tampil Curi Perhatian di JFC 2026
"Salah satu anggota kami, Pak Dayat juga mengikuti swab di waktu dan tempat yang sama. Namun sampai saat ini (Rabu pagi) belum keluar hasilnya," ungkapnya. (bro)
Editor : Redaksi