KLIKJATIM.Com | Malang - Empak pekerja proyek pembangunan kampus Rumah Sakit Islam (RSI) Unisma Malang tewas dalam kecelakaan kerja Selasa (8/9/2020). Selain empat orang tewas, enam pekerja lainnya menderita luka berat akibat lift pengangkut material proyek terjatuh dan menimpa mereka.
Berdasarkan informasi di lapangan, empat korban meninggal dunia yakni Lukman asal Jabung, Subekti asal Begawan Jabung, Kasianto warga Cokro, Pakis, dan Agus Prataman asal Ngantang. Jenazah mereka kini dibawa ke kamar mayat Rumah Sakit Saiful Anwar, Kota Malang.
Baca juga: Polres Malang Ungkap Motif Pembakaran Gudang Rokok Suket Teki
[irp]
“Korban meninggal dunia sudah dibawa ke kamar jenazah Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang. Untuk korban luka-luka masih dirawat di rumah sakit,” kata Kasatreskrim Polresta Malang Kota, AKP Azi Pratas Guspitu.
Dijelaskan, para korban adalah pekerja proyek pembangunan gedung utama RSI Unisma. Saat itu para pekerja sedang merampungkan proyek pengerjaan bangunan di lantai 9. Saat ini pihaknya masih mendalami peristiwa ini. Polisi masih mengumpulkan keterangan dari saksi di lokasi kejadian, mulai dari pekerja maupun pengawas proyek.
Baca juga: Heboh Nikah Sesama Perempuan, Korban Lapor ke Polresta Malang
“Masih kami dalami untuk penyebab jatuhnya (lift proyek). Indikasi human error, masih belum tahu. Tetapi kami akan mintai keterangan saksi baik dari pengawas dan pekerja. Diduga sling-nya putus,” ujar AKP Azi.
[caption id="attachment_32700" align="alignnone" width="300"]
Petugas medis mengevakuasi korban lift jatuh di proyek RSI Unisma Malang.[/caption]
Sementara itu Koordinator keamanan Rumah Sakit Islam (RSI) Universitas Islam Malang (Unisma) Budi Santoso mengungkapkan, dirinya sempat terdengar suara gemuruh sebelum lift terjatuh. Setelah mendengar suara gemuruh dari RSI Unisma dia dan beberapa orang menuju suara. Diketahui, bahwa suara itu berasal dari lift yang jatuh saat digunakan dalam proyek pembangunan RSI Unisma.
Baca juga: Tutup Tahun, 86 Anggota Polresta Malang Naik Pangkat
“Tiba-tiba saja ada suara yang menggetarkan di belakang Unisma. Ternyata dari proyek. Saat di lokasi sudah roboh,” ujar Budi.
Disebutkan, saat kejadian ada 11 pekerja yang berada di lokasi. Empat orang diketahui meninggal dunia, enam orang luka-luka dan satu orang berhasil menyelamatkan diri. Sedangkan untuk kronologi pasti dia tidak bisa menjelaskan secara pasti. Karena saat dirinya datang, lift sudah roboh. “Kami tidak tahu awalnya posisi para pekerja bagaimana. Ada 11 orang, 4 meninggal dunia dan 6 orang luka-luka, serta 1 selamat,” kata Budi. (hen)
Editor : Redaksi