KLIKJATIM.Com | Pasuruan--Penjemputan pasien yang meninggal dunia di RSUD Bangil, Pasuruan diwarnai ketegangan. Sebab, meski hasil swab tes covid-19 belum keluar, petugas rumah sakit meminta agar pasien diberlakukan sesuai standar covid-19.
Tidak hanya keluarga, puluhan warga lainnya juga ikut berusaha menjemput paksa pasien yang diketahui bernama Arti (48) asal Dusun Gesing, Desa Randupitu, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan. Untuk menghindari kerumunan dan percekcokan, sejumlah aparat keamanan disiagakan di RSUD Bangil.
Baca juga: Sengkarut Kebakaran KM Mutiara Sentosa II: Polisi Temukan Data Manifes Tak Sinkron
[irp]
"Sempat terjadi ketegangan antara keluarga pasien dengan pihak rumah sakit," kata Kasat Sabhara Polres Pasuruan AKP Wiksan, Jumat (28/8/2020).
Dikatakan Wiksan, pihaknya berusaha melakukan mediasi antara keluarga dengan pihak pasien, akhirnya keluarga menerima setelah diberikan penjelasan pihak rumah sakit.
Baca juga: Perluasan Areal Tebu Dimulai, SGN Perkuat Produksi Gula di Indonesia Timur
"Alhamdullilah sudah kondusif, keluarga almarhum sudah menerima penjelasan dari rumah sakit," terangnya.
[irp]
Baca juga: Sah! P-APBD Sumenep 2026 Tembus Rp2,61 Triliun, Pemkab Pacu Pembangunan di Sisa Tahun
Terpisah, Kabag Humas RSUD Bangil Hayat saat dikonfirmasi tak mengetahui kejadian tersebut.
"Saya tidak tahu kalau ada kejadian itu. Coba nanti saya konfirmasi ke dokter yang menangani pasien tersebut," pungkasnya. (mkr)
Editor : Redaksi