Penjemputan Jenazah di RSUD Bangil Pasuruan Sempat Tegang

klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Pasuruan--Penjemputan pasien yang meninggal dunia di RSUD Bangil, Pasuruan diwarnai ketegangan. Sebab, meski hasil swab tes covid-19 belum keluar, petugas rumah sakit meminta agar pasien diberlakukan sesuai standar covid-19.

Tidak hanya keluarga, puluhan warga lainnya juga ikut berusaha menjemput paksa pasien yang diketahui bernama Arti (48) asal Dusun Gesing, Desa Randupitu, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan. Untuk menghindari kerumunan dan percekcokan, sejumlah aparat keamanan disiagakan di RSUD Bangil.

Baca juga: Pimpin Upacara HUT Ke-81 RI di Grahadi, Gubernur Khofifah Gelorakan Semangat Kedaulatan, Keadilan, dan Kemakmuran Bangsa

[irp]

"Sempat terjadi ketegangan antara keluarga pasien dengan pihak rumah sakit," kata Kasat Sabhara Polres Pasuruan AKP Wiksan, Jumat (28/8/2020).

Dikatakan Wiksan, pihaknya berusaha melakukan mediasi antara keluarga dengan pihak pasien, akhirnya keluarga menerima setelah diberikan penjelasan pihak rumah sakit.

Baca juga: Sambut HUT Ke-81 RI, Relawan Jember Gelar Safari Merah Putih: Konvoi Hingga Bentangkan Kain 81 Meter

"Alhamdullilah sudah kondusif, keluarga almarhum sudah menerima penjelasan dari rumah sakit," terangnya.

[irp]

Baca juga: Momen HUT Ke-81 RI, Bupati Sampang Ajak Seluruh Lapisan Masyarakat Kolaborasi Bangun Daerah

Terpisah, Kabag Humas RSUD Bangil Hayat saat dikonfirmasi tak mengetahui kejadian tersebut.

"Saya tidak tahu kalau ada kejadian itu. Coba nanti saya konfirmasi ke dokter yang menangani pasien tersebut," pungkasnya. (mkr)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru