KLIKJATIM.Com | Blitar - DPC PPP Kota Blitar akhirnya menjatuhkan dukungan ke pasangan calon wali kota Blitar, Santoso-Tjutjuk Sunario. Rekomendasi itu bakal turun dalam beberapa hari lagi.
Ketua DPC PPP Kota Blitar Agus Zunaedi mengungkapkan, awalnya PPP yang memiliki tiga kursi berencana mengusung Nuhan Eko Wahyudi. Nuhan dijagokan sebagai calon wakil wali kota Blitar untuk dipasangkan Calon dari PKB, Henry Pradipta Anwar.
[irp]
Baca juga: Apresiasi Loyalitas, 78 Personel Polres Bojonegoro Terima Tanda Kehormatan Negara
“Tetapi setelah proses panjang, ternyata rekomendasi PKB turun satu paket yakni Henry dengan Yasin. Akhirnya, kami rapat bersama mulai tingkat bawah untuk menentukan sikap politik di pilwali tahun ini,” tutur wakil ketua DPRD Kota Blitar ini.
Agus menambahkan, setelah melalui proses akhirnya memilih Tjujuk Sunario bergandengan dengan petahana Santoso. Keputusan menjatuhkan pilihan itu sudah melalui rapat internal partai dari tingkat ranting, PAC hingga DPC.
Baca juga: Petaka Sopir Mengantuk, Xpander Seruduk Motor, PKL, hingga Warung Sembako di Sumenep
[irp]
“Hampir 95 persen anggota memilih ikut mengusung pasangan calon Santoso-Tjujuk yang juga diusung PDI Perjuangan dan Gerindra. Tjujuk sendiri juga ikut mendaftar di penjaringan kepada kami. Sesuai dengan prosedur partai sudah mengusulkannya ke DPP melalui DPW untuk mendapat rekomendasi, pada pilwali kali ini” katanya lagi.
Baca juga: Anggaran Sampang Dipangkas, Komisi II DPRD Desak Desa Mandiri dan Berhenti Berpangku Tangan
Sementara, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Blitar Syahrul Alim mengakui pihaknya sudah berkomunikasi dengan DPC PPP. Komunikasi ini untuk membangun koalisi. Nah hasil komunikasi dipastikan sekitar 90 persen PPP bergabung dengan PDIP dan Partai Gerindra. “Komunikasi dengan PPP sudah hampir deal. Sekarang lagi menunggu,” pungkasnya. (bro)
Editor : Redaksi