KLIKJATIM.Com | Gresik - Ratusan warga yang terdampak operasi batu bara PT Gresik Jasatama unjuk rasa di depan Gedung DPRD Jalan Wachid, Hasyim, Gresik. Selasa (18/8/2020). Mulai dari kalangan anak-anak hingga orang tua tumplek bek. Ada yang membawa bendera, spanduk, dan kaos bertuliskan tolak batu bara GJT.
[irp]
Baca juga: Apresiasi Loyalitas, 78 Personel Polres Bojonegoro Terima Tanda Kehormatan Negara
Massa aksi membawa lima mobil komando disertai arakan banjari dan tari macan dari warga. Sambil orasi relokasi GJT harga mati, massa juga bersholawat lihomsatun.
Bahkan, jalan kawasan di depan DPRD tutup total akibat membludaknya massa aksi. Hingga lantai dua kawasan Islamic Center Alun-alun Gresik, massa aksi membentangkan bendera merah putih berukuran 10 meter.
[irp]
Baca juga: Petaka Sopir Mengantuk, Xpander Seruduk Motor, PKL, hingga Warung Sembako di Sumenep
Dalam moment kemerdekaan, massa aksi menyanyikan Indonesia Raya, seraya berteriak relokasi batu bara harga mati.
"Kita ingin anak cucu kita sehat tanpa polusi GJT," teriak massa aksi.
Baca juga: Anggaran Sampang Dipangkas, Komisi II DPRD Desak Desa Mandiri dan Berhenti Berpangku Tangan
Dan sampai saat ini perwakilan massa aksi bersama dinas terkait beserta TNI-Polri masih melakukan audiensi di ruang paripurna DPRD Gresik.
Sebelumnya, pemberhentian operasi batu bara sejak November 2019. Dan tepat tanggal 12 Agustus 2020 PT Gresik Jasatama kembali lagi beroperasi dan mendapatkan penolakan warga terus-terusan. (bro)
Editor : Redaksi