KLIKJATIM.Com | Bojonegoro - Operasi Patuh Semeru 2020 oleh Polres Bojonegoro telah berakhir. Operasi selama 14 hari sejak tanggal 23 Juli hingga 5 Agustus 2020 ini menunjukkan penurunan drastis jumlah pelanggaran. Untuk pelanggaran lalu lintas didominasi para remaja 16-20 tahun yang tak menggunakan helm hingga melawan arus.
Baca juga: Demi Judi Online, IAS Gasak Kotak Amal di Sejumlah Masjid di Bojonegoro
Kasatlantas Polres Bojonegoro, Amirul Hakim mengatakan, jumlah pelanggaran menurun dibanding tahun sebelumnya. "Iya jumlah pelanggan menurun 63�ri pada tahun lalu 2019," ungkapnya, Kamis (6/8/2020).
[irp]
Menurutnya, pada Patuh Semeru 2019 ada 2082 tilang, teguran 243 dan jumlah Penindakan ada 2325. Sedangkan, pada Patuh Semeru 2020 polres Bojonegoro ada tilang 769, teguran 153 dan penindakan 922.
"Artinya turun dibandingkan data tahun lalu yaitu, Tilang turun 63%, teguran turun 37�n jumlah penindakan turun 60,3%," imbuhnya
Amirul Hakim, alumni Akademi Kepolisian (Akpol) 2008 menambahkan, gabungan antara pengendara roda empat (R4) dan roda dua (R2). Untuk para pelanggar adalah diutamakan yang melakukan tindakan membahayakan.
Baca juga: Kepercayaan Jadi Fondasi Distribusi Energi, PT Patra Logistik Tunjukkan Perannya di ELSF 2026
[irp]
“Seperti berboncengan tiga orang, melawan arus, menyerobot traffic light, knalpot brong itu yang kami tilang,” ujarnya.
Dilanjut Kasatlantas Polres Bojonegoro, jumlah pelanggaran menurun drastis karena saat ini masih dalam suasana pandemi Covid-19. Sehingga dimungkinkan para warga banyak yang tidak keluar rumah.
Baca juga: Laka Maut di Tikungan Gumitir: Nekat Mendahului, Truk Hantam Pengendara Motor Hingga Tewas
Selain Operasi Patuh Semeru 2020 juga dilakukan bagi-bagi masker untuk pengendara, setiap harinya ada sekitar 50-150 masker yang dibagi. "Prosentase kegiatan yaitu Preventif 39,9%, Preemtif 39,9�n Represif 20,2%," pungkasnya. (bro)
Editor : M Nur Afifullah