KLIKJATIM.Com | Bojonegoro—Proyek minyak dan gas bumi (migas) di Lapangan Jambaran-Tiung Biru (JTB) menjadi klaster baru kasus positif covid-19 di Kabupaten Bojonegoro. Meski begitu, hingga saat ini belum ada tanda-tanda perusahaan tersebut akan diterapkan lockdown. Padahal, beberapa pekerja migas Lapangan JTB yang positif diketahui juga ada yang tingga di lingkungan warga.
Kabag Humas Pemkab Bojonegoro Masirin saat dikonfrimasi tidak menampik ada pekerja migas di Lapangan JTB yang terkonfirmasi positif covid-19. Namun, pihaknya belum bisa memastikan kebijakan apa yang akan diambil. Dikonfirmasi Minggu (19/7/2020) kemarin, kata Masirin masih belum ada pembahasan.
Baca juga: Apresiasi Loyalitas, 78 Personel Polres Bojonegoro Terima Tanda Kehormatan Negara
[irp]
"Untuk lockdown di JTB masih belum tau," ungkap Masirin selaku Juru Bicara tim gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bojonegoro Minggu (19/7/2020).
Masirin mengatakan, telah melakukan tracing kepada warga yang sekitar Lapangan JTB yang dijadikan para pekerja migas yang positif itu tinggal. Sebab, selama ini para pekerja tersebut tinggal di lingkungan warga sekitar.
“Dari 56 orang pekerja itu, 5 orang dirawat di RSUD Sososdoro Djatikusumo Bojonegoro, kemudian yang 51 dirawat di RS Pertamina Jakarta,” terang Masirin.
Sementara itu Purnomo Edi selaku Humas PEPC saat dikonfirmasi terkait apakah akan adanya lockdownd, pihaknya masih belum tau dan belum memberikan jawaban,
Baca juga: Petaka Sopir Mengantuk, Xpander Seruduk Motor, PKL, hingga Warung Sembako di Sumenep
"Sementara stetmen dari bapak Whisnu Bahriansyah Vice President Legal & Relations PT Pertamina EP Cepu (PEPC)," katanya
Vice President Legal and Relations PT Pertamina EP Cepu, Whisnu Bahriansyah menjelaskan, selama masa pandemi Covid-19 ini menurut dia hampir semua proyek di belahan dunia terdampak. Termasuk Proyek pengembangan Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru di Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro.
“Sejalan dengan meningkatnya kasus, proyek JTB juga semakin memperketat penerapan protokol mitigasi dan menambah layer-layer (lapisan) proteksi mitigasi Covid-19 antara lain dengan tetap menjaga kesehatan pekerja, social distancing, pemakaian masker, pemeriksaan suhu badan dan penyemprotan disinfektan secara rutin,” jelasnya.
Baca juga: Anggaran Sampang Dipangkas, Komisi II DPRD Desak Desa Mandiri dan Berhenti Berpangku Tangan
[irp]
Diakui, pihaknya juga sudah melakukan rapid tes terhadap seluruh pekerja proyek. Whisnu menegaskan di dalam pengembangan proyek JTB aspek pertama yang harus diperhatikan dalam melakukan pekerjaan adalah HSSE dan selalu menerapkan protokol Covid-19 selama masa pandemi.
“Setiap langkah dan kebijakan selalu berpedoman pada protokol yang ada, dari sisi eksekusi pelaksanaan proyek kami selalu berusaha untuk meminimalisasi dampak pandemi terhadap progres proyek, antara lain menata ulang jadwal kerja, mengidentifikasi abrikasi peralatan yang sedang dilakukan di luar negeri dan memindahkan poses fabrikasi ke negara lain yang tidak terdampak. Dengan upaya-upaya itu kami berharap proyek JTB tetap bisa diselesaikan tepat waktu,” pungkasnya. (mkr)
Editor : M Nur Afifullah