KLIKJATIM.Com | Surabaya - Industri pariwisata harus diberi insentif agar selamat dari keterpurukan akibat pandemi Covid. Ada tiga insentif yang disampaikan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur (Jatim). Di antaranya pemberian stimulus pajak, promosi dan penguatan protkol kesehatan.
[irp]
Baca juga: Pilkades Serentak 2021, Pengguna Hak Pilih Wajib Prokes
Menurut Adik Dwi Putranto , Ketua Kadin Jatim, ada tiga hal utama yang menjadi konsentrasi Kadin Jatim dalam meringankan beban pengusaha wisata serta membangkitkan kembali kinerja mereka. Pertama adalah adanya stimulus bagi pengusaha berupa penghapusan sementara pajak hotel dan restoran dan penghapusan Pajak Bumi dan Bangun (PBB) hingga akhir tahun.
"Selain itu juga penambahan diskon untuk PPH 25 (pajak penghasilan) dari 25 persen menjadi 50 persen. Dan keringanan tagihan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan sebesar 50 persen. Stimulus ini sangat penting mengingat pengusaha tidak bekerja," kata Adik.
Langkah kedua adalah mendorong pengusaha pariwisata untuk melakukan pengetatan protokol kesehatan di masing-masing titik pariwisata serta di setiap hotel dan restoran. Hal ini dilakukan untuk meyakinkan wisatawan bahwa pariwisata Jatim telah menerapkan protokol kesehatan dengan ketat sehingga aman untuk dikunjungi. “Kami terus mendorong pengusaha untuk tetap taat dalam melaksanakan protokol kesehatan, termasuk di sektor transportasi yang mendukung pariwisata,” tegasnya.
Terakhir dengan melakukan promosi wisata aman secara massif bersama pengusaha yang terkait kepada wisatawan, baik domestik maupun manca negara. Promosi ini juga berguna untuk meyakinkan wisatawan akan keamanan destinasi yang akan dikunjungi. “Kita promosikan bagaimana tempat wisata sudah melakukan standar kesehatan. Ini sangat diperlukan. Seperti di industri lain, Kadin Jatim juga sudah meminta teman-teman agar industri itu melakukan protokol kesehatan dengan benar,” ujarnya.
[irp]
Baca juga: Terbaru, Magic Lightening Premium Diamond 1 Glowing Bisa Atasi Masalah Jerawat Wajah
Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim, Susariningsih mengatakan bahwa Pandemi covid memang telah memberikan dampak cukup luar biasa terhadap sektor pariwisata, tidak hanya teknis tetapi juga psikologis. Pergerakan antar wilayah dan daerah yang terhenti, menyebabkan penutupan usaha pariwisata yang berdampak pada tenaga kerja yang dirumahkan.
“Tentunya ini berdampak pada kunjungan wisata. Di Januari 2020 masih cukup bagus, masih normal bahkan ada peningkatan. Tetapi pada Maret mulai menunjukkan penurunan dan di April semakin tidak bagus. Di April hingga Juni, penurunan sangat signifikan, mencapai 95 persen. Bahkan penurunan wisatawan mancanegara hampir 100 persen,” ujarnya.
Sementara itu Wakil Ketua Umum Bidang Pariwisata Kadin Jatim, Dwi Cahyono. Ia mengatakan bahwa dunia bisnis saat ini harus mampu beradaptasi dengan kondisi apapun. Apakah daerah berstatus Hijau, kuning ataupun merah, pengusaha harus siap.
“Kita harus taat terhadap protokol kesehatan dalam kondisi apapun. Karena kalau karyawan tidak memakai masker misalnya, wisatawan akan pindah. Kita harus tunjukkan bahwa tanpa pengawasan pun Jatim tetap taat dan siap,” tegasnya.
Baca juga: Jatim Level 1,Okupansi Hotel di Jawa Timur Mulai Membaik
[irp]
Ketua Umum Asosiasi Desa Wisata, Andi Yuwono mengatakan bahwa seluruh desa wisata di Jatim menyatakan siap untuk dibuka kembali dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Beberapa destinasi desa wisata juga telah melakukan simulasi, seperti Wonosalam Agro Wisata.
Ia mengungkapkan, era pandemi ini menjadi sebuah momentum bagaimana mengubah mindset wisata. Misalkan dengan menawarkan paket wisata eksklusif, dengan jumlah sangat terbatas atau wisata kesehatan. “Kami siap kembali membuka tetapi bagaimana pemerintah mendampingi. Karena sejauh ini fasilitas kesehatan dimodali sendiri, sehingga banyak yang tidak sesuai standar. Dan ini sebenarnya sudah menunjukkan keseriusan bahwa desa wisata siap. Yang kami tunggu bagaimana regulasi ada dan bisa dijalankan. Intinya kami memohon dukungan semua pihak agar kembali bisa dibuka,” kata Andi. (hen)
Editor : Redaksi