KLIKJATIM.Com | Surabaya – Komitmen PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM Honda Jatim), distributor sepeda motor Honda wilayah Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur, dalam mendukung penguatan pendidikan vokasi terus diwujudkan melalui berbagai program kolaboratif. Salah satunya melalui kegiatan Sarasehan SMK Mitra Binaan MPM Honda Jatim yang digelar di SMKN 5 Surabaya.
Kegiatan ini dihadiri Vocational Officer PT Astra Honda Motor (AHM) Ony Setiawan, Technical Service Division Head MPM Honda Jatim M. Bondan Priyoadi, serta kepala sekolah dan kepala program studi Teknik Sepeda Motor (TSM) dari SMK binaan Honda di wilayah Jawa Timur dan NTT.
Sarasehan tersebut menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan industri, sekaligus menyelaraskan implementasi program vokasi Honda. Fokus utamanya mencakup pengembangan kurikulum berbasis industri, peningkatan kompetensi guru, serta penguatan Teaching Factory (TEFA) di sekolah.
“Melalui program pembinaan dan sinergi dengan dunia industri, kami ingin memastikan siswa SMK binaan tidak hanya belajar, tetapi benar-benar siap terjun ke dunia kerja. Dengan pengalaman praktik langsung dan pembekalan yang tepat, kami yakin mereka mampu berkembang dan menjadi tenaga profesional seperti yang dibutuhkan di jaringan AHASS. Ini adalah wujud nyata Semangat Sinergi Bagi Negeri dalam mencetak generasi unggul dan siap bersaing,” ujar M. Bondan Priyoadi.
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapatkan pemaparan mengenai arah pengembangan program dan aktivitas vokasi Honda sepanjang 2026. Dengan informasi itu, sekolah diharapkan dapat menjalankan program sesuai rencana secara optimal, sehingga sinergi antara sekolah dan industri pembina semakin kuat.
Selain itu, sesi diskusi interaktif menjadi bagian penting dalam sarasehan. Para kepala sekolah dan kaprodi diberi ruang untuk menyampaikan tantangan maupun peluang dalam pengembangan pendidikan vokasi di masing-masing wilayah.
Sebagai bagian dari penguatan berkelanjutan, MPM Honda Jatim turut memaparkan program tahunan pembinaan SMK binaan Honda. Program tersebut meliputi peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan dan sertifikasi berjenjang, pelaksanaan uji kompetensi siswa melalui Tempat Uji Kompetensi (TUK), penguatan implementasi TEFA berbasis AHASS, hingga program magang industri bagi siswa di jaringan bengkel resmi Honda.
Tak hanya itu, program tahunan juga mencakup monitoring dan evaluasi berkala, pengembangan kurikulum berbasis industri, serta dukungan partisipasi siswa dalam berbagai ajang kompetisi keterampilan di tingkat regional maupun nasional. Langkah ini diharapkan mampu mempertahankan prestasi yang telah diraih selama ini.
Melalui kegiatan ini, MPM Honda Jatim berharap tercipta kesamaan visi dan langkah strategis dalam pengembangan SMK binaan Honda, sehingga mampu menghasilkan lulusan yang unggul secara kompetensi dan siap menghadapi dinamika industri otomotif yang terus berkembang.
MPM Honda Jatim menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi SMK binaan melalui berbagai program penguatan vokasi sebagai bagian dari upaya menciptakan ekosistem pendidikan yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja.
Editor : Abdul Aziz Qomar