KLIKJATIM.Com | Surabaya - Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Prov. Jatim, Hadi Sulistyo mengatakan, pupuk bersubsidi NPK dan organik menjadi jenis pupuk yang kurang terserap oleh daerah.
Sampai bulan ini saja, pupuk NPK masih terserap 45 persen atau sekitar 326.042 ton. Sedangkan pupuk organik baru terserap 37,38 persen atau sekitar 125.773 ton.
Baca juga: Kejutan Awal Tahun: Konsumen Trenggalek Raih Honda PCX160 dalam Pengundian Program UKH
"Yang serapannya kurang adalah pupuk NPK dan pupuk organik, pupuk yang lain sudah di atas rata-rata serapannya," jelas Hadi kepada klikjatim.com, Kamis (16/7/2020).
Kendati demikian, jelas dia, serapan kurang bukan berarti tidak diserap. Tapi akan diserap untuk kebutuhan musim kemarau pertama (MK I), yaitu Bulan Juli hingga September 2020.
[irp]
"Sehingga akhir bulan (Juli) ini serapan akan lebih tinggi," jelasnya.
Dengan kondisi itu, lanjut Hadi, diperkirakan pada musim penghujan pertama (MP I) yaitu bulan Oktober hingga Desember akan mulai terjadi kekurangan alokasi pupuk bersubsidi.
Sebab itu, pihaknya mengajukan alokasi tambahan kepada kementerian pertanian sebesar 650.000 ton. "Bulan Oktober sampai Desember mulai ada kekurangan. Dinas pertanian sudah mengajukan kembali alokasi tambahan," ujarnya.
[irp]
Baca juga: MPM Innovation Day 2026: Perkuat Budaya Inovasi melalui Tema Think Beyond The Frame
Sedangkan pada tahun ini, Jatim mendapatkan alokasi pupuk bersubsidi dari Kementan sebesar 2,2 juta ton. Dan saat ini baru terserap 52,05 persen.
Adapun realisasi penyaluran pupuk bersubsidi tahun 2020 sampai bulan Juli sebagai berikut :
1. Alokasi jenis urea sebesar 814.302 ton, dan terserap 56,55 persen atau 460.465 ton.
2. Alokasi jenis SP-36 sebesar 95.553 ton, dan terserap 75,05 persen atau 71.715 ton.
Baca juga: Jelang Musim Tanam April, Stok Pupuk Subsidi di Jember Dipastikan Aman
3. Alokasi jenis ZA sebesar 303.497 ton, dan terserap 64,68 persen atau 196.299 ton.
4. Alokasi jenis NPK sebesar 718.046 ton, dan terserap 45,41 persen atau 326.042 ton.
5. Alokasi jenis organik sebesar 336.429 ton, dan baru terserap 37,38 persen atau 125.773 ton. (bro)
Editor : Redaksi