Warga Kertosari Ponorogo Demo Tolak Bangunan Tower Seluler

klikjatim.com
puluhan warga di RT 04 RW 03 lingkungan Kertosari Selatan Kelurahan Kertosari Kecamatan Babadan Ponorogo menggelar demo depan balai desa menolak pembangunan tower.

KLIKJATIM.Com | Ponorogo - Pembangunan tower based trancieve system (BTS) telepon seluler di Kelurahan Kertosari Kecamatan Babadan Ponorogo diprotes warga setempat. Tidak hanya protes, puluhan warga di RT 04 RW 03 lingkungan Kertosari Selatan Kelurahan Kertosari Kecamatan Babadan Ponorogo menggelar demo depan balai desa.

[irp]

Baca juga: Sisihkan Uang Ngudek Kopi di Ponorogo, Wahyudi Akhirnya Berangkat Haji Tahun Ini

Menurut Dudin Siswanto, Ketua RT 04 RW 03 Lingkungan Kertosari Selatan, aksi unjukrasa tersebut sebagai bentuk protes warga terhadap pembangunan tower telekomunikasi di salah satu tanah warga di lingkungan tersebut. Warga merasa merasa kecolongan saat perizinan tingkat bawah saja belum clear, namun Izin Mendirikan Bangunan (IMB) tiba-tiba sudah keluar.

Dikatakan, sejak awal warga sudah mencurigai ada yang tidak beres dalam perizinan pembangunan tower BTS tersebut. Selain tidak ada izin, pembangunan tower juga tidak membawa nilai positif bagi warga sekitar. "Dari awal warga sudah menolak pembangunan tower . Sebab tidak ada dampak positif yang diterima warga,” kata Dudin Siswanto.

Baca juga: Pulang Ngaji, 2 Bocah Ponorogo Ditemukan Tak Bernyawa di Kubangan

Dudin menyebut sebagian warga menolak, bahkan kedua warga yang tanahnya berbatasan langsung pun juga menolak dengan membuat surat pernyataan penolakan bermaterai. Mereka khawatir dengan pendirian tower tersebut, warga terdampak akan bahaya radiasi yang ditimbulkan nantinya. Selain itu warga juga takut jika tetap dibangun, akan mempengaruhi harga tanah di sekitar lokasi.

[irp]

Baca juga: Enam Rumah Warga Banaran Ponorogo Terdampak Longsor

Camat Babadan Suseno menyebut forum pimpinan kecamatan (Forpimka) sebelumnya sudah mengumpulkan warga dengan pengembang. Dalam pertemuan itu belum ada titik temu, malah terjadi perdebatan sengit. Akhirnya warga mengirim surat kepada Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP), dengan harapan ada penyelesaian yang komprehensif.

“Saat kita masih menunggu, tiba-tiba IMB sudah turun. Sebenarnya kami juga sudah komunikasi dengan DPM-PTSP, supaya diclearkan dulu yang permasalahan dengan warga,” katanya. (hen)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru