KLIKJATIM.Com | Bojonegoro - Bupati Bojonegoro ikuti Webinar pengembangan Desa dan Bumdes di Masa New Normal 2020 yang dilaksanakan oleh Dewan Riset Daerah (DRD) Kabupaten Bojonegoro. Webminar ini juga diikuti Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Jawa Timur.
Baca juga: Tragedi di Perlintasan KA Kalitidu, Pria Asal Sumatera Selatan Tewas Tertemper KA Gumarang
Selain itu ada anggota DRD Kabupaten Bojonegoro, Kepala DPMD Bojonegoro, Kepala Bappeda Bojonegoro, Camat se Bojonegoro dan perwakilan Kepala Desa serta perwakilan BUMDes di Bojonegoro.
Dalam pertemuan melalui teleconference yang dipimpin langsung Ketua DRD Bojonegoro, M. Mas'ud tersebut disampaikan, acara ini digelar untuk memperkuat peran BUMDes dalam mengentaskan kemiskinan dan kemajuan desa.
Bupati Bojonegoro Anna Muawanah mengatakan, untuk pengelolaan sektor Agrobisnis dan Desa Wisata, saat ini berdasarkan data Desa Center Jawa Timur, pada Juni 2020, tercatat sebanyak 317 BUMDes di Kabupaten Bojonegoro telah menjalankan berbagai macam unit usaha.
"Secara kualitas, BUMDes di Bojonegoro tergolong baik, cukup dan kurang," ungkap Anna Muawanah Rabu (24/6/2020).
Dilanjut Anna, sehingga perlu memberikan perhatian untuk mendampingi pengelolaan secara administrasi hingga kegiatan. Yang menjadi persoalan adalah pengelolaan BUMDes belum terfokus di unit usaha tertentu.
[irp]
Baca juga: Uang Rp74 Juta Hampir Melayang, Warga Sampang Bongkar Modus Penipuan Minyak Goreng di Facebook
Menurut Bupati Perempuan ini, nanti akan memprioritaskan BUMDes untuk memaksimalkan di sektor pertanian dan desa wisata. "Saya berharap, petani nantinya dapat menyisihkan hasil panennya untuk lumbung pangan bagi keluarganya. Sehingga dengan di musim kemaraupun kita masih memiliki ketersediaan bahan pangan," harapnya.
[irp]
Selain itu M. Yasin selaku Kepala DPMD Jatim, mendukung upaya Pemkab Bojonegoro terkait pemaksimalan di sektor pertanian dan desa wisata. Hal itu sesuai dengan program Inovasi Klinik BUM Desa Gubernur Jatim, agar mampu berperan sebagai pilar perekonomian perdesaan.
"Ada 6 point inovasi klinik BUMDesa Pemprov Jatim," katanya.
Baca juga: Bantu Siswa Tentukan Kampus Impian, MGBK Gresik Gelar Edu Fair 2026 yang Diikuti 3.800 Peserta
Yasin membeberkan, 6 poin tersebut yaitu Membangun kemandirian BUMDesa yang berkelanjutan, lalu Mengembangkan BUMDesa melalui kerjasama usaha dan jejaring pemasaran, kemudian Memberikan tutorial klinik BUMDesa secara online.
Selain itu juga Memetakan potensi dan jenis usaha BUMDesa dan Meningkatkan kapasitas dan kewirausahaan BUMDesa, serta Menumbuhkan ekonomi UMKM secara komprehensif. (bro)
Editor : M Nur Afifullah