KLIKJATIM.Com | Surabaya - Selain memantau perkembangan Covid-19, Pemprov Jatim diminta ikut mengawasi penyakit demam berdarah dengue (DBD). Sebab, memasuki musim pancaroba atau peralihan dari musim penghujan menuju musim kemarau, kasus DBD ada kenaikan.
[irp]
Baca juga: Waspada! Kasus DBD di Sampang Tembus 494 Kasus, Wilayah Kota Jadi Penyumbang Terbanyak
"Oleh Karena itu kami meminta supaya Pemprov Jatim tidak hanya fokus pada penanganan pandemi Covid-19, tetapi juga berupaya menekan kasus DBD supaya tidak menjadi Kondisi Luar Biasa (KLB). Ini mengingat berdasar data Kementerian Kesehatan RI menyebutkan, kasus DBD di Jatim sudah menembus angka 5.104 orang," kata Wakil Ketua DPRD Jatim, Hj Anik Maslachah.
Dia mengajak masyarakat untuk ikut berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan dan senantiasa menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) agar terhindar dari berbagai penyakit.
“Yang paling berperan dalam menurunkan epidemi adalah kekebalan tubuh. Ketika jumlah kasus infeksi baru lebih sedikit dibandingkan kasus sembuh, itulah kondisi efektif untuk menurunkan angka kasus infeksi BDB,” terang Anik Maslachah.
Baca juga: Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Banjarsari Gresik
[irp]
Penyemprotan (fogging) lingkungan juga tak bisa efektif menghambat penyebaran jentik nyamuk apabila tak dibarengi dengan pola hidup bersih dan sehat serta menjaga kebersihan lingkungan. “Fogging itu, sifatnya hanya menghambat kurva epidemi, jadi sementara,”paparnya Anik.
Oleh karena itu, masyarakat harus diberikan pengertian untuk melakukan berbagai upaya pemberantasan sarang nyamuk Aedes Aygpti. Seperti melalui gerakan 3 M yakni Menguras dan membersihkan tempat penampungan air seperti bak mandi, vas bunga, kolam, genangan air.
Baca juga: Ekonomi Nasional Menguat, Arus Peti Kemas Pelindo Terminal Petikemas Tumbuh 6,87 Persen di 2025
Kemudian, menutup rapat tempat penampungan air seperti gentong, drum dan bila perlu ember diletakkan dalam posisi terbalik (tengkurap). Dan terakhir, Mengubur barang bekas yang dapat menampung sisa air hujan atau genangan air, serta menabur bubuk abate pada tempat penampungan air.
Tidak kalah penting juga adalah membuka jendela dan pintu agar sirkulasi udara bisa berjalan baik. “Pengendalian nyamuk tak cukup hanya dengan membunuh nyamuk dewasa. Perlu juga antisipasi terhadap larva serta jentik nyamuk. Oleh karena itu harus dilakukan bersama,” pungkas Anik. (hen)
Editor : Redaksi