Depresi Istri Diusir, Warga Ngraho Bojonegoro Nenggak Obat Rumput

klikjatim.com
Korban Ngalin sudah dalam kondisi tidak bernyawa. (ist)

KLIKJATIM.Com | Bojonegoro - Diduga karena depresi masalah keluarga, Ngalin (37), warga Desa Pandan, Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro nekat mengakhiri hidupnya dengan menenggak obat rumput atau pestisida. Korban pun ditemukan sudah tergeletak di bawah rumpun bambu yang berjarak sekitar 50 meter dari rumahnya.

"Iya diduga karena mengalami depresi masalah keluarga. Istri korban yang dipulangkan oleh keluarga korban karena tidak disetujui," ungkap Kapolsek Ngraho, AKP Mohtarom, Selasa (16/6/2020).

Baca juga: Tragedi di Perlintasan KA Kalitidu, Pria Asal Sumatera Selatan Tewas Tertemper KA Gumarang

[irp]

Dijelaskan, kronologis peristiwa ini terjadi pada Senin (15/6/2020) sekitar 19.30 WIB. Saat itu korban yang sedang menghilang dan dicari oleh saksi Jazus dan Kasturi.

Sekitar satu jam kemudian, korban akhirnya dapat ditemukan di bawah rumpun bambu. Kondisinya sudah tergeletak setengah sadar, dan disampingnya terdapat botol obat rumput merk 'BLABLAS' milik korban dari sisa penyemprotan.

Baca juga: Tudingan Pencemaran Nama Baik Berujung Laporan Polisi, Kades Sumberagung dan Warga Akhirnya Damai

[irp]

"Akhirnya korban dibawa pulang dan sempat diberikan minum air kelapa muda sebanyak tiga biji. Kemudian korban muntah dan sadar," jelasnya. 

Baca juga: Antisipasi Penyebaran Super Flu, Dinkes Bojonegoro Anjurkan Warga Lakukan Vaksinasi Influenza

Pada pukul 21.00 WIB, korban telah diperiksa oleh bidan desa sempat. Lalu, Selasa (16/6/2020) besoknya korban baru dibawa ke RSU Padangan 07.30 wib. "Sesampai di jalan menuju rumah sakit korban meninggal dunia, dan baru dilaporkan ke Polsek Ngraho," imbuhnya.

Menurut Kapolsek, dari hasil pemeriksaan di RSU Padangan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Dan pihak keluarga korban juga tidak bersedia untuk dilakukan autopsi yang diperkuat dengan surat pernyataan. "Selanjutnya korban diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan," pungkasnya. (nul)

Editor : M Nur Afifullah

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru