KLIKJATIM.Com | Gresik--Seorang warga Dusun Bendil, Desa Kepatihan, Kecamatan Menganti, Gresik yang hendak melahirkan diduga ditolak bidan. Akibatnya, bayi meninggal dunia tak lama setelah dilahirkan.
Ibu yang melahirkan itu bernama Susilowati (45). Kondisi bayinya sung-sang (terbalik). Dia tinggal di RT 4 Dusun Bendil, Desa Kepatihan. Sehari-hari dia sebagai ibu rumah tangga, sementara suaminya jualan keliling lontong balap.
Baca juga: Ratusan Pebasket Ramaikan Turnamen 3 on 3 Gressmall, Gresik Punya Lapangan Standar Internasional
[irp]
Informasi yang dihimpun, Susilowati Sabtu (13/6/2020) malam sekitar pukul 22.00 perutnya kesakitan. Ditemani suaminya Handono (52) mereka berangkat ke rumah bidan untuk memeriksakan kandungannya.
"Sesampainya di rumah bidan, yang menemui suaminya. Katanya bidan tidak lagi menerima pasien," kata Hermanto, tetangga yang ikut mendampingi keluarga korban persalinan saat dikonfirmasi, Minggu (14/6/2020).
Akhirnya, Handono bersama istrinya kembali ke rumah. Sesampainya di rumah kondisi kandungan Susilowati ternyata semakin parah. Menurut Hermanto, Susilowati terus menahan rasa sakit hingga mengeluarkan air ketuban.
"Air ketubannya pecah, lalu akhirnya melahirkan dengan ditangani suaminya sendiri," ungkap pria yang juga mantan Ketua RW tersebut.
Usai melahirkan, lanjut Hermanto, bayi yang telah lahir hendak dibawa kembali ke bidan. Tujuannya, untuk memotong tali pusar bayi yang telah lahir. Namun, lagi-lagi bidan tak bersedia melayani.
Baca juga: Ratusan Calhaj Sumenep Berstatus Risiko Tinggi, Pengawasan Kesehatan Diperketat
"Kami ditolak lagi. Kami juga tidak diberikan surat rujukan, misalnya diberikan surat rujukan untuk dibawa ke rumah sakit atau puskesmas, tidak diberikan oleh bidan," terangnya.
Sebagai orang tua, Handono dan Sulistyowati terus berusaha menyelamatkan bayinya. Kemudian mereka menyewa mobil pikap untuk membawa bayinya ke sebuah rumah sakit swasta di Benowo, Surabaya. Sesampainya di rumah sakit, bayi langsung ditangani tim medis. Sayangnya, saat itu bayi dinyatakan telah meninggal dunia.
"Dinyatakan meninggal sekitar pukul 22.50. Sekitar satu jam bayi setelah lahir tidak mendapatkan penanganan, akibatnya bayi meninggal," jelas Hermanto.
[irp]
Baca juga: Said Abdullah Ingatkan Disiplin Kader, Cak Fauzi Bidik 15 Kursi DPRD Sumenep
Bayi malang itu kini telah dikuburkan Minggu (14/6/2020) pagi. Pihak keluarga sangat menyesalkan pelayanan persalinan di desanya hingga mengakibatkan seorang bayi meninggal.
Padahal, kata Hermanto, selama ini kontrol periksa kandungan Susilowati dilakukan kepada bidan tersebut. Bidan juga sempat berpesan jika ada keluhan dipersilahkan datang untuk periksa.
"Sebelum ada corona sudah periksa dua kali. Pesannnya dari bidan, nanti sudah waktunya melahirkan kesini lagi, karena memang kondisi keluarga ini sangat pas-pasan," kata Hermanto. (mkr)
Editor : Redaksi