KLIKJATIM.Com | Jember—Sebagai upaya pencegahan terhadap virus corona atau covid-19, Pemkab Jember melakukan penataan lapak di sejumlah pasar tradisional. Setiap lapak pedagang diberikan jarak sesuai prosedur tetap pencegahan covid-19. Â
Bupati Jember, dr Faida mengatakan, penataan harus dilakukan agar para pedagang bisa menerapkan physical dan social distancing. Juga penjual menggunakan APD yang sesuai seperti faceshield, masker, sarung tangan, celemek, penutup kepala dan alas kaki tertutup.
Baca juga: Dongkrak Ekonomi Jember, Kepala BGN Resmikan SPPG Baru
[irp]
"Pasar tradisional dilakukan penataan, lapak pedagang yang biasanya menumpuk kini berderet rapi. Semua komponen mematuhi, Pol PP yang bertugas penjagaan sesuai SOP, pedagang tidak bisa seenaknya menggelar dagangannya, pembeli memakai masker dan cuci tangan di tempat yang disediakan," katanya, Minggu (7/6/2020).
Untuk menata itu, Faida menjelaskan, satu pedagang dengan pedagang lainnya harus menerapkan physical distancing minimal berjarak 1,2 meter sehingga tidak rentan penularan covid-19, meminimalisasi terjadinya antrean dan menghindari kontak langsung dengan setiap pelanggan atau pengunjung pasar. Aturan penataan pedagang pasar tradisional itu diterapkan ke semua pasar tradisional.
Baca juga: Darurat Kekerasan Seksual, Polres Bojonegoro Ringkus 7 Pelaku Pencabulan di 4 Lokasi Berbeda
"Kita menyiapkan pasar tradisional ini bisa tetap beroperasi tetapi ditata lebih baik karena di pasar juga ada pedagang yang di jalanan, ada yang hanya beberapa jam dagang, ada yang panjang. Makannya di atur supaya semua bisa dagang, save-nya jelas masyarakat yang mencari lebih mudah, supaya rapi dan jaga jaraknya di atur, ada tenda tenda seperti ini, kalau malam juga pakai lampu supaya terang," imbuhnya.
Selain itu, tambah dia, para pedagang juga telah diminta agar tetap menggunakan alat pelindung diri selama beraktivitas di pasar sebagai salah satu upaya pencegahan penularan covid-19.
[irp]
Baca juga: Protes Truk Pemicu Kecelakaan, Warga Puger Jember Ancam Blokade dan Tutup Pabrik Semen Imasco
"Ini semua pedagang sudah di rapid tes semuanya, semua yang hasilnya non reaktif boleh berdagang dan kita lengkapi mereka alat pelindung diri (faceshield) untuk pedagang dan mengajarkan mereka bermasker, bagaimana mencuci tangan, menyiapkan area cuci tangan, sehingga masyarakat perekonomiannya tetap berjalan, kembali beroperasi dengan tatanan baru, new normal itu bukan persis seperti sedia kala, new normal bukan sekedar dibuka, tetapi new normal itu di tata lebih baik dengan perlindungan agar tujuan mencari nafkah tetap bisa jalan tetapi tidak tertular virus covid-19," jelasnya.
"Oleh karenanya saya berterimakasih petugas covid-19 yang awalnya pasar tradisional kumuh kini banyak kemajuan dan lebih rapi, melakukan pembersihan dan desinfeksi secara berkala setiap sebelum maupun sesudah berjualan untuk meminimalisasi penyebaran virus yang tidak diketahui. Untuk anggarannya penataan pasar dari anggaran BTT karena ini bagian dari upaya untuk memutuskan mata rantai penularan virus covid-19 di wilayah pedagang tradisional," pungkasnya. (mkr)
Editor : Abdus Syukur