KLIKJATIM.Com | Surabaya – Menghadapi ancaman potensi bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem, Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memantapkan langkah antisipasi dan mempererat sinergi lintas sektor.
Komitmen tersebut ditunjukkan lewat keikutsertaan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak bersama Kapolda Jawa Timur Irjen. Pol. Dekananto Eko Purwono dalam Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Hidrometeorologi yang digelar di Lapangan Mapolda Jatim, Surabaya, Rabu (04/11/2026).
Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak menyampaikan bahwa ancaman bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, puting beliung, hingga cuaca ekstrem menuntut kewaspadaan penuh dari seluruh pemangku kepentingan. Kesiapan personel hingga keandalan sarana dan prasarana mitigasi harus dipastikan berada pada kondisi prima agar penanganan di lapangan berjalan cepat, presisi, dan terkoordinasi.
"Melalui apel kesiapsiagaan ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama jajaran Polda Jatim dan seluruh unsur terkait menegaskan komitmen untuk terus memperkuat upaya mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi," tegas Emil.
Emil menilai, keberhasilan penanggulangan bencana tidak semata bertumpu pada kesiapan aparat dan instansi teknis, melainkan juga sangat dipengaruhi oleh partisipasi aktif masyarakat. Warga diimbau untuk lebih peka terhadap dinamika lingkungan sekitar, menjaga kebersihan saluran air, serta rutin memantau pembaruan informasi resmi dari BMKG maupun BPBD.
Baca juga: Pertamina Apresiasi Polda Jatim Bongkar Penyelewengan BBM dan LPG Subsidi di 13 Daerah
Menurutnya, paradigma penanganan bencana di Jawa Timur harus bergeser dari sekadar merespons kejadian menjadi menguatkan pencegahan sejak awal.
"Penanggulangan bencana membutuhkan kesiapan, koordinasi, dan sinergi dari seluruh pihak. Kita tidak boleh hanya bergerak ketika bencana sudah terjadi, tetapi harus mengedepankan langkah antisipasi dan mitigasi sejak dini. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama," ujarnya.
Guna mengantisipasi dampak cuaca ekstrem di wilayah Jawa Timur, Pemprov Jatim menginstruksikan penguatan pola komunikasi serta jalur koordinasi berjenjang yang melibatkan jajaran pemerintah kabupaten/kota, TNI-Polri, BPBD, relawan, hingga elemen pemuda setempat.
"Melalui kesiapan dan kerja sama seluruh pihak, risiko bencana dapat diminimalkan dan masyarakat Jawa Timur dapat terlindungi. Terpenting bagaimana kita hadir memberikan perlindungan dan memastikan keselamatan masyarakat," pungkas Emil.
Editor : Fatih