Pengurus PKB Gresik 2026-2031 Didominasi Kader Muda, Jazilul Fawaid Tekankan Keberpihakan kepada Rakyat Kecil

Reporter : Abdul Aziz Qomar
Pengukuhan Dewan Pengurus Cabang PKB Gresik periode 2026-2031. (Dok/PKB)

KLIKJATIM.Com | Gresik – Kepengurusan DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Gresik periode 2026-2031 resmi dikukuhkan pada Minggu (1/11/2026). Di bawah kepemimpinan Muhammad Syahrul Munir, jajaran pengurus didominasi kader muda.

Pengukuhan dilakukan Wakil Ketua Umum DPP PKB Jazilul Fawaid. Dalam arahannya, Jazilul mengingatkan agar PKB tidak hanya berorientasi pada kekuasaan, tetapi juga menjalankan peran politik yang bermoral, beradab, serta berpihak kepada masyarakat.

Baca juga: Ketua PCNU Gresik Tekankan Penguatan Peran Pesantren, Bukan Sekadar Bantuan Anggaran

Dia menegaskan, PKB harus hadir untuk memperjuangkan kepentingan kelompok masyarakat lemah atau kaum mustad'afin. Selain itu, partai juga perlu terlibat dalam pembangunan sektor pendidikan dan ekonomi.

"PKB harus mulai berupaya mengembangkan ekonomi kader, simpatisan maupun konstituen," kata Jazilul.

Ketua Fraksi PKB DPR RI tersebut juga mengingatkan bahwa kepemimpinan dalam partai harus dibangun melalui keteladanan, kesetiaan terhadap nilai-nilai perjuangan, serta keberanian menjaga amanah.

Menurutnya, sumpah dan janji yang diucapkan pengurus DPC PKB Gresik dan DPAC PKB se-Kabupaten Gresik bukan sekadar formalitas organisasi. Melainkan ikrar kesetiaan kepada partai, bangsa, negara, dan Tuhan Yang Maha Esa.

"Ucapkanlah sumpah dan janji ini dengan kesadaran penuh, dengan keikhlasan dan kesiapan menerima tanggung jawabnya," tegasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Gresik dr. Asluchul Alif yang hadir mewakili Bupati Fandi Akhmad Yani menyampaikan bahwa pengukuhan pengurus bukan sekadar kegiatan seremonial. Namun, menjadi awal pelaksanaan amanah dan tanggung jawab untuk mengabdi kepada masyarakat Kabupaten Gresik.

Baca juga: DPC PKB Gresik Bagikan 22 Ribu Buku untuk Santri, Siapkan Bantuan Air Bersih bagi Warga Kekeringan

Alif menyampaikan tiga hal yang perlu menjadi perhatian jajaran pengurus PKB. Pertama, menjadikan amanah organisasi sebagai kekuatan untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat.

Menurutnya, jabatan dalam organisasi politik bukan hanya sebuah kehormatan, melainkan juga tanggung jawab untuk memperjuangkan kepentingan rakyat.

Kedua, dia meminta seluruh kader memperkuat persatuan dan kedewasaan dalam berpolitik. Perbedaan pilihan maupun pandangan, lanjut Alif, merupakan hal yang wajar dalam demokrasi.

"Namun setelah kontestasi politik selesai, kepentingan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Mari kita junjung politik yang santun, sejuk, bermartabat, dan mengedepankan kepentingan bangsa serta daerah," ujarnya.

Baca juga: Tak Bisa Bergantung Pasokan dari Daratan, Ketua DPRD Gresik Usulkan Generator Oksigen untuk Layanan Kesehatan di Bawean

Ketiga, Alif mengajak PKB membangun sinergi dengan pemerintah daerah untuk mendukung pembangunan Kabupaten Gresik.

Dia menyebut pembangunan tidak mungkin hanya dilakukan pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Mulai dari partai politik, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, dunia usaha hingga generasi muda.

"Oleh karena itu, saya berharap PKB dapat terus menjadi mitra strategis dalam memberikan gagasan, kritik yang konstruktif, serta kontribusi nyata bagi pembangunan Kabupaten Gresik," ujarnya.

Editor : Abdul Aziz Qomar

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru