Dua Kebakaran Terjadi di Gresik dalam Sehari, Sisa Pembakaran Sampah Diduga Picu Api di Sekolah

Reporter : Abdul Aziz Qomar
Petugas Damkar menyemprotkan air untuk memadamkan api di UPT SMP Negeri 11. (Dok)

KLIKJATIM.Com | Gresik – Dua kebakaran terjadi di wilayah Kabupaten Gresik pada Minggu (11/10/2026). Kebakaran pertama melanda bangunan sekolah di Jalan Raya Mentaras Nomor 34, Desa Mentaras, Kecamatan Dukun. Sementara itu, kebakaran kedua menghanguskan sebuah warung di kawasan persawahan Pangkah, Kecamatan Ujungpangkah.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Pemkab Gresik Suyono mengatakan, dugaan penyebab kedua kebakaran tersebut berbeda. Api di bangunan sekolah diduga berasal dari sisa pembakaran sampah yang tidak diawasi, sedangkan kebakaran warung diduga akibat korsleting listrik.

Baca juga: Gudang Rongsokan di Driyorejo Terbakar, Tiga Kendaraan Rusak

“Untuk kejadian di Desa Mentaras, dugaan sementara api berasal dari sisa pembakaran sampah yang kemudian merembet ke bangunan di sebelahnya,” ujar Suyono.

Berdasarkan laporan Damkarmat Gresik, kebakaran di bangunan sekolah milik UPT SMP Negeri 11 itu diketahui setelah Rosid, salah seorang saksi, melihat api merembet ke bangunan di sekitarnya. Ia kemudian menghubungi petugas Damkarmat Pos Dukun untuk meminta bantuan.

Laporan diterima pada pukul 09.46 WIB. Petugas langsung berangkat lima menit kemudian dan tiba di lokasi pukul 09.58 WIB.

Setibanya di lokasi, empat personel Damkarmat langsung melakukan penyisiran dan pemadaman. Api berhasil dipadamkan dan kondisi dinyatakan kondusif pada pukul 10.34 WIB.

Akibat kejadian tersebut, kerugian material ditaksir mencapai Rp5 juta. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.

Sementara itu, kebakaran warung di kawasan persawahan Pangkah, Kecamatan Ujungpangkah, terjadi lebih awal, sekitar pukul 01.00 WIB.

Berdasarkan keterangan pelapor bernama Iwan, api diduga berasal dari korsleting listrik. Ia sempat berusaha memadamkan api secara mandiri, tetapi keterbatasan air membuat upaya tersebut tidak berhasil menghentikan kobaran api yang telanjur membesar.

Baca juga: Dua Rumah di Gresik Terbakar dalam Sehari, Diduga Dipicu Obat Nyamuk dan Korek Api

Iwan kemudian menghubungi petugas Damkarmat Pos Dukun. Petugas berangkat satu menit setelah laporan diterima dan tiba di lokasi pada pukul 01.08 WIB.

Sebanyak lima personel diterjunkan dengan satu unit mobil pemadam jenis *supply semprot*. Petugas segera melakukan pemadaman hingga api berhasil dikendalikan. Penanganan selesai sekitar pukul 01.30 WIB.

Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kebakaran warung tersebut. Namun, laporan Damkarmat belum mencantumkan taksiran kerugian material akibat kejadian itu.

Suyono mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap potensi kebakaran, terutama saat membakar sampah dan menggunakan instalasi listrik.

Baca juga: Damkar Gresik Berjibaku Padamkan Enam Kebakaran Lahan dalam Sehari

Pembakaran sampah sebaiknya tidak ditinggalkan sebelum api benar-benar padam. Masyarakat juga perlu memastikan instalasi listrik dalam kondisi aman untuk mengurangi risiko kebakaran.

Berdasarkan rekapitulasi Damkarmat Gresik, jumlah kejadian kebakaran sepanjang Oktober 2026 tercatat sebanyak 58 kejadian, sedangkan kejadian penyelamatan atau rescue mencapai 15 kejadian.

Damkarmat mengingatkan masyarakat agar segera melaporkan kejadian kebakaran kepada petugas supaya penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.

Catatan redaksi: Data rekapitulasi dalam dua laporan berbeda. Laporan kebakaran warung mencatat 56 kejadian kebakaran dan 13 rescue, sedangkan laporan kebakaran sekolah mencatat 58 kejadian kebakaran dan 15 rescue pada Oktober 2026. Naskah ini menggunakan angka dari laporan sekolah yang waktunya lebih akhir, tetapi sebaiknya dikonfirmasi kembali kepada Damkarmat Gresik sebelum diterbitkan.

Editor : Abdul Aziz Qomar

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru