KLIKJATIM.Com | Jakarta – PT PLN (Persero) melalui dua anak usahanya, PT PLN Nusantara Power (PLN NP) dan PT PLN Indonesia Power (PLN IP), mengukir prestasi gemilang di kancah internasional. PLN Group sukses membawa pulang empat penghargaan bergengsi dalam ajang ASEAN Energy Awards 2026 yang diumumkan di Manila, Filipina.
Apresiasi tingkat Asia Tenggara tersebut diberikan atas keberhasilan PLN Group menghadirkan berbagai inovasi teknologi energi bersih yang efisien, rendah emisi, sekaligus memberikan dampak nilai tambah ekonomi bagi masyarakat dan negara.
Baca juga: PLN Jaga Keandalan Listrik Selama Perhelatan MotoGP Mandalika,
Dua predikat Winner dan satu First Runner-up sukses diboyong oleh PLN Nusantara Power (PLN NP). Yakni Greenvoltaic Hydrogen Plant PLTGU Muara Karang menyabet Winner ASEAN Renewable Energy Project Awards 2026 (Kategori Emerging Low-Carbon Technologies, Subkategori Green Hydrogen), gedung Administrasi PLN NP UP Muara Karang menyabet winner ASEAN Energy Efficiency and Conservation Awards 2026 (Kategori Green Building, Subkategori Small and Medium Building).
Serta PLTS Terapung Cirata (192 MWp) menyabet First Runner-up ASEAN Renewable Energy Project Awards 2026 (Kategori On-Grid, Subkategori Utility Scale).
Sementara itu, PLN Indonesia Power (PLN IP) meraih predikat Second Runner-up lewat inovasi Powering Coal Generation through Biomass Integration and Smart Energy Management di UBP Jawa Barat 2 Pelabuhan Ratu pada kategori Combined Heat and Power (CHP) Generation.
Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa pencapaian internasional ini membuktikan konsistensi PLN dalam mengakselerasi agenda transisi energi nasional.
"PLN terus bertransformasi. Peran PLN tidak hanya sebatas menghasilkan listrik yang andal, tetapi juga menghadirkan energi yang semakin bersih dan berkelanjutan untuk menjawab kebutuhan masa depan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional," ujar Darmawan, Senin (12/10/2026).
Salah satu terobosan utama yang menyita perhatian juri adalah Greenvoltaic Hydrogen Plant di PLTGU Muara Karang yang sanggup memproduksi hingga 43 ton hidrogen hijau per tahun dengan memanfaatkan kelistrikan PLTS Atap dan Renewable Energy Certificate (REC).
Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah, menjelaskan selain menekan emisi, fasilitas tersebut menghemat biaya operasional listrik hingga Rp1,19 miliar per tahun dan menghasilkan potensi pendapatan baru Rp2,74 miliar dari penjualan hidrogen dan oksigen. Model fasilitas ini bahkan telah direplikasi ke 22 pembangkit PLN Group dengan total kapasitas 203 ton hidrogen per tahun.
"Transisi energi adalah tentang bagaimana kita berinovasi agar setiap aset dapat memberikan manfaat lebih besar bagi lingkungan dan masyarakat. Tiga penghargaan ini menjadi motivasi PLN NP untuk terus menghadirkan solusi energi bersih yang bernilai tambah," ungkap Ruly.
Dari sisi pengelolaan pembangkit eksisting, PLN Indonesia Power berhasil mengintegrasikan penggunaan biomassa sebagai energi alternatif pencampur batubara (co-firing) dipadu dengan smart energy management.
Direktur Utama PLN Indonesia Power, Bernadus Sudarmanta, menyampaikan bahwa inovasi ini dirancang untuk menjaga efisiensi dan keandalan pasokan listrik, sekaligus menekan dampak lingkungan secara signifikan.
"Inovasi ini mencerminkan upaya kami mengoptimalkan operasional secara menyeluruh. Kami akan terus mendorong inovasi agar transformasi pembangkitan memberikan manfaat nyata dan mendukung transisi energi," pangkas Bernadus.
Editor : Fatih