klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Antisipasi Banjir, DPRD Gresik Minta Saluran dan Bozem Segera Dikeruk

avatar Abdul Aziz Qomar
  • URL berhasil dicopy
Wakil Ketua Komisi III DPRD Gresik Abdullah Hamdi saat meninjau pintu air di wilayah Gresik Kota. (Ist)
Wakil Ketua Komisi III DPRD Gresik Abdullah Hamdi saat meninjau pintu air di wilayah Gresik Kota. (Ist)

KLIKJATIM.Com | Gresik – Komisi III DPRD Gresik mendesak pemerintah daerah segera melakukan normalisasi saluran air dan pengerukan bozem di wilayah Gresik Kota. Langkah tersebut perlu dilakukan sebelum musim hujan untuk mengantisipasi banjir dan genangan.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Gresik Abdullah Hamdi mengatakan, sejumlah persoalan infrastruktur drainase perlu segera ditangani. Di antaranya kondisi saluran air yang dangkal, bozem yang belum dikeruk, hingga penyempitan saluran yang diduga akibat keberadaan bangunan liar.

“Normalisasi saluran air dan pengerukan bozem di wilayah Gresik Kota perlu segera dilakukan sebelum musim hujan. Jangan sampai ketika hujan deras turun, saluran tidak mampu menampung dan mengalirkan air dengan baik sehingga menimbulkan genangan,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi saluran yang dangkal dan bozem yang belum dikeruk dapat mengurangi kemampuan sistem drainase dalam menampung maupun mengalirkan air hujan. Karena itu, pemerintah daerah perlu melakukan pengecekan dan penanganan terhadap titik-titik yang berpotensi menimbulkan genangan.

Selain itu, penyempitan saluran yang diduga disebabkan bangunan liar juga perlu menjadi perhatian. Penertiban perlu dilakukan apabila ditemukan bangunan yang terbukti mengganggu fungsi saluran air.

“Saluran yang menyempit juga harus menjadi perhatian. Jika ada bangunan yang mengganggu fungsi drainase, perlu dilakukan penanganan sesuai ketentuan agar aliran air tidak terhambat,” tegasnya.

Hamdi juga menyoroti rendahnya kesadaran sebagian masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan. Kebiasaan tersebut berpotensi menyumbat saluran air dan memperparah genangan ketika hujan turun.

“Penanganan banjir tidak cukup hanya dengan membenahi saluran dan bozem. Kesadaran masyarakat juga penting. Jangan membuang sampah sembarangan karena sampah yang masuk ke saluran bisa menghambat aliran air,” katanya.

Ia berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah antisipatif dengan memprioritaskan normalisasi saluran, pengerukan bozem, serta penanganan penyempitan drainase sebelum curah hujan meningkat.

Dengan pembenahan infrastruktur dan dukungan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, potensi banjir dan genangan di wilayah Gresik Kota diharapkan dapat diminimalkan.

Editor :