KLIKJATIM.Com | Kediri — Sebanyak 144 siswa kelas 11 jurusan Kuliner SMKN 3 Kediri mengikuti pelatihan pembuatan roti manis standar bakeri yang dipandu langsung oleh tim instruktur profesional dari Bogasari Baking Center (BBC) Surabaya, Selasa (29/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung dari pagi hingga sore di ruang tata hidang dan praktik kuliner SMKN 3 Kediri ini merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) "Bogasari Mengajar". Sesi pelatihan ini disambut antusias oleh para siswa dan jajaran guru, terlebih SMKN 3 Kediri saat ini tengah aktif merintis unit usaha (bakeri) mandiri di lingkungan sekolah.
Baca juga: Wagub Emil Dorong Penguatan Ekosistem Industri dan Nilai Tambah Eko
Baker Senior BBC Surabaya, Hadi Haudi, menjelaskan bahwa dalam pelatihan ini para siswa tidak hanya dibekali keahlian teknis pemuatan roti, tetapi juga pemahaman teoretis mengenai karakteristik bahan baku.
“Makanya kita tidak hanya mengajarkan secara praktik saja, tapi juga pengetahuan mendasar mengenai karakteristik terigu Bogasari serta pengaruh pemilihan bahan baku terhadap kualitas akhir olahan roti. Pemahaman akan spesifikasi bahan baku ini menjadi krusial agar para siswa SMKN yang jadi calon juru masak dan wirausahawan muda terbiasa mengandalkan produk berstandar tinggi saat terjun ke industri pastry dan bakery,” ujar Hadi Haudi, didampingi Henri Ananto dari BBC Kediri melalui siaran pers.
Pelatihan intensif ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) antara PT Indofood Sukses Makmur Tbk Divisi Bogasari dengan SMKN 3 Kediri yang telah ditandatangani pada Oktober tahun lalu di pabrik Bogasari Surabaya.
Baca juga: Eri Cahyadi Tegaskan Tidak Ada Izin Tempat Dugem Baru di Surabaya
Selain terintegrasi langsung dengan kurikulum mata pelajaran siswa, kemitraan ini dirancang untuk memperkuat keberadaan unit Teaching Factory (TEFA) kuliner sekolah agar selaras dengan dinamika serta standar operasional dunia industri modern.
Selama sesi pendalaman materi, para peserta diajarkan perhitungan formulasi resep, kalkulasi bahan, hingga fungsi spesifik dari tiap bahan baku roti. Sesi dilanjutkan dengan praktik langsung, di mana siswa mengolah adonan dari tahap awal, menguasai teknik pengadukan (kneading) hingga mencapai tingkat kalis ideal, pembentukan adonan (shaping), pemantauan fermentasi (proofing), hingga pengaturan suhu pengovenan untuk menghasilkan roti manis bertekstur lembut dan bernilai jual.
Komitmen pendampingan Bogasari di SMKN 3 Kediri juga mencakup peningkatan kompetensi tenaga pendidik. Sebelumnya, sebanyak 12 guru SMKN 3 Kediri telah mengikuti pelatihan khusus secara bertahap pada Januari dan Juni 2026 di BBC Surabaya. Para guru menjalani pelatihan intensif selama dua hari berturut-turut dengan menguasai total 12 resep produk olahan roti dan kue.
Melalui program pendampingan yang terstruktur ini, Bogasari berharap dapat mencetak lulusan vokasi yang tidak hanya siap terserap di dunia kerja, tetapi juga memiliki mental kewirausahaan (entrepreneurship).
“Jadi melalui program Bogasari Mengajar dengan pendampingan terstruktur di kalangan SMK khususnya jurusan kuliner atau tata boga, diharapkan dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya siap kerja, tapi juga berdaya saing tinggi dalam mendorong pertumbuhan ekosistem kuliner nusantara. Kami berharap jiwa usaha sudah terbangun dari mulai bangku SMK,” pungkas Hadi.
Editor : Fatih