Sekolah Rakyat Gresik Tak Hanya Urus Pendidikan, Pengasuhan dan Keluarga Jadi Perhatian

Reporter : Abdul Aziz Qomar
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani melaksanakan diskusi pembinaan dan penguatan kelembagaan bersama jajaran pengelola SRT 1 Gresik. (Dok/Diskominfo Gresik)

KLIKJATIM.Com | Gresik – Penyelenggaraan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Gresik tidak hanya diarahkan pada pemenuhan pendidikan peserta didik. Aspek pengasuhan, pembentukan karakter, perlindungan hingga pemberdayaan keluarga juga menjadi perhatian Pemkab Gresik.

Hal itu disampaikan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat membuka diskusi pembinaan dan penguatan kelembagaan bersama jajaran pengelola SRT 1 Gresik di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu, Selasa (29/9/2026).

Baca juga: 405 Siswa Mulai Belajar di Sekolah Rakyat Gresik, Mensos Pastikan Rekrutmen Tanpa Titipan

Dalam forum tersebut, berbagai persoalan penyelenggaraan Sekolah Rakyat dibahas bersama. Mulai dari pendidikan, pola pengasuhan, pendampingan peserta didik, hingga kebutuhan keluarga siswa.

Bupati Fandi Akhmad Yani mengatakan, keberhasilan Sekolah Rakyat membutuhkan keterlibatan seluruh unsur pendamping. Tidak hanya guru, tetapi juga wali asuh, pengasuh asrama, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), serta keluarga peserta didik.

“Alhamdulillah kita bisa bertemu dalam rangka koordinasi segala urusan yang ada di Sekolah Rakyat, khususnya yang ada di Gresik. Kita diskusikan terkait manajemen, problem, dan persoalannya untuk kita carikan solusi segera agar bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Yani.

Menurutnya, peserta didik membutuhkan pendekatan berbeda dalam beradaptasi dengan lingkungan sekolah maupun kehidupan di asrama. Karena itu, pola komunikasi dan pengasuhan perlu disesuaikan dengan karakter serta kebutuhan masing-masing siswa.

“Kita upayakan bisa kembali dengan berbagai pendekatan. Kita coba pendekatan segera dan tetap menentukan batas waktu,” imbuhnya.

Yani juga menekankan pembentukan karakter melalui kebiasaan sehari-hari. Menurutnya, kedisiplinan tidak selalu dimulai dari hal besar, tetapi dapat dibangun melalui kebiasaan sederhana seperti disiplin waktu makan, menjaga barang pribadi, dan menjalankan aktivitas secara tertib.

“Kedisiplinan yang bagus itu dimulai dari hal-hal sepele, seperti waktu makan, kerajinan dalam menjaga barangnya, dan kebiasaan sehari-hari. Pola asuh juga bisa disesuaikan, agar ada kedisiplinan yang baik,” ungkap Gus Yani.

Ia meminta seluruh unsur pendamping memastikan lingkungan Sekolah Rakyat tetap aman dan nyaman bagi peserta didik. Pendampingan, kata dia, harus mampu mendukung proses tumbuh kembang siswa selama mengikuti pendidikan dan tinggal di asrama.

Baca juga: Pemkab Gresik Percepat Pemenuhan Kuota Sekolah Rakyat, LKSA Dilibatkan Jaring Siswa SD

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gresik Ummi Khoiroh mengatakan, konsep Sekolah Rakyat tidak berhenti pada pendidikan anak. Program tersebut juga membawa misi pemberdayaan keluarga peserta didik.

“Konsep Sekolah Rakyat ini adalah kesetaraan. Anak-anak kita sekolahkan, rumahnya kita berdayakan, dan orang tuanya juga kita berdayakan. Jadi, pendampingannya tidak hanya kepada anak, tetapi juga kepada keluarganya,” kata Ummi.

Pendampingan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan guru, pengasuh asrama, wali asuh dan pendamping PKH. Koordinasi juga terus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pendampingan peserta didik.

Dalam pertemuan itu, pengelola asrama menyampaikan sejumlah kebutuhan yang masih perlu diperkuat. Di antaranya sumber daya pendamping, layanan kesehatan serta sarana transportasi untuk menunjang aktivitas peserta didik.

Bupati meminta kebutuhan tersebut dikoordinasikan bersama antarinstansi dan unsur terkait agar kualitas pelayanan Sekolah Rakyat terus meningkat.

Baca juga: Progres Pembangunan Sekolah Rakyat Menggembirakan, Bupati Fandi Akhmad Yani Berterima Kasih Kepada Presiden Prabowo

Pemberdayaan keluarga juga menjadi bagian dari perhatian Pemkab Gresik. Salah satunya melalui program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Pendamping PKH dapat mengusulkan dan merekomendasikan keluarga peserta didik yang memenuhi kriteria untuk mendapatkan bantuan RTLH.

“Teman-teman pendamping PKH bisa mengusulkan dan merekomendasikan penerima RTLH dari keluarga siswa yang memang layak mendapatkan. Ini membuktikan Sekolah Rakyat juga memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Usai menggelar diskusi, Bupati Gresik bersama jajaran meninjau sejumlah sarana dan prasarana SRT 1 Gresik.

Pemkab Gresik berharap penguatan koordinasi tersebut dapat membuat Sekolah Rakyat berjalan secara menyeluruh. Bukan hanya memberikan layanan pendidikan, tetapi juga membangun karakter, memberikan perlindungan dan pengasuhan, sekaligus membuka ruang pemberdayaan bagi keluarga peserta didik.

Editor : Abdul Aziz Qomar

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru