Investasi hingga 450 Juta Dolar AS, AKRA Bidik FSRU JIIPE Beroperasi 2029

Reporter : Much Taufiqurachman Wahyudi
Public Expose PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) beberapa waktu lalu

KLIKJATIM.Com | Jakarta -  PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) terus mengembangkan infrastruktur energi di kawasan Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE), Gresik, Jawa Timur. Salah satu proyek yang tengah dikebut adalah Floating Storage and Regasification Unit (FSRU) dengan nilai investasi sekitar US$400 juta-US$450 juta di tingkat joint venture (JV).

Kepala Investor Relations AKRA Ignatius Teguh Prayoga mengatakan FSRU tersebut ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada semester II 2029.

Baca juga: JIIPE Gresik Terus Dikembangkan, AKRA Siapkan Capex Rp1 Triliun

“Kurang lebih investasinya sekitar US$400 juta sampai US$450 juta di JV level, dan juga kami expect untuk masuk commercial operation date (COD) di semester kedua 2029,” ujar Yoga dalam Public Expose Live, Selasa (8/9/2026).

FSRU tersebut akan menjadi bagian dari fasilitas terminal gas JIIPE. AKRA menyiapkan terminal gas dengan kapasitas 4 juta ton per tahun yang nantinya dilengkapi FSRU berkapasitas 170.000 meter kubik.

Menurut Yoga, pembangunan infrastruktur tersebut ditujukan untuk memastikan ketersediaan pasokan gas bagi industri yang beroperasi di kawasan JIIPE.

“Guna menjaga ketersediaan pasokan gas, AKR melengkapi kawasan industri JIIPE dengan fasilitas gas terminal dengan kapasitas 4 juta ton per tahun yang akan dilengkapi oleh FSRU sebesar 170.000 meter kubik,” katanya.

Pengembangan FSRU JIIPE telah melewati sejumlah tahapan penting. AKRA bersama BP Gas and Power Investment menandatangani joint development agreement pada 2024.

Tahapan tersebut kemudian dilanjutkan dengan pembentukan kerja sama usaha atau joint venture dengan BW FSRU VII.

Pada 2026, proyek memasuki tahap berikutnya dengan ditandatanganinya kontrak pembangunan kapal bersama HD Hyundai Heavy Industries Co. Ltd. di Ulsan, Korea Selatan.

Pengembangan fasilitas ini menjadi bagian dari strategi AKRA untuk memperkuat ekosistem industri di JIIPE, termasuk memenuhi kebutuhan energi para tenant.

Baca juga: KEK Gresik Serap Ribuan Tenaga Kerja, Pemkab Perkuat Pendidikan Vokasi

Direktur Utama AKR Corporindo Haryanto Adikoesoemo mengatakan perseroan akan mengintegrasikan berbagai kebutuhan tenant di JIIPE, termasuk penyediaan gas dan LNG.

Menurut Haryanto, kebutuhan tersebut akan semakin meningkat seiring bertambahnya perusahaan yang beroperasi di kawasan industri tersebut.

Pertumbuhan JIIPE juga mulai tercermin dalam kinerja konsolidasi AKRA. Penjualan dan penyewaan lahan di kawasan tersebut terus meningkat sejak 2015 dan telah mencapai sekitar 500 hektare pada semester I 2026.

Tak hanya dari lahan, kontribusi bisnis utilitas juga terus berkembang. Pendapatan utilitas JIIPE tercatat mencapai sekitar Rp700 miliar pada 2025.

Kontribusi JIIPE terhadap pendapatan AKRA pun meningkat dari 4 persen pada semester I 2025 menjadi 6 persen pada periode yang disampaikan perseroan dalam paparan publik 2026.

Sementara kontribusi kawasan industri terhadap laba kotor AKRA meningkat dari 19 persen menjadi 26 persen.

Haryanto mengatakan status JIIPE sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) turut mendukung pengembangan kawasan melalui fasilitas fiskal dan nonfiskal.

“Status Kawasan Ekonomi Khusus juga memberikan berbagai fasilitas fiskal dan non-fiskal, dan seiring dengan bertambahnya tenant yang beroperasi, penggunaan utilitas dan aktivitas pelabuhan juga meningkat, sehingga ini menciptakan suatu hubungan bisnis dan pendapatan berulang bagi perseroan,” ujarnya.

Dengan bertambahnya tenant, kebutuhan energi, utilitas, dan aktivitas pelabuhan di JIIPE ikut meningkat. Dalam konteks tersebut, proyek FSRU menjadi salah satu infrastruktur yang disiapkan AKRA untuk menopang kebutuhan energi kawasan dalam jangka panjang.

Editor : Wahyudi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru