Korban Diduga Keracunan MBG di Jember Bertambah Jadi 29 Orang, Satu Balita Jalani Perawatan

Reporter : Muhammad Hatta
Korban dugaan Keracunan makanan MBG di Jember, dialami 28 orang dan Tambah 1 balita

KLIKJATIM.Com | Jember - Jumlah warga yang mengalami keluhan kesehatan dalam kasus dugaan keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Gumukmas, Jember, Jawa Timur, bertambah menjadi 29 orang.


Perkembangan terbaru itu mencatat 27 siswa MI Al Islah, satu balita, dan satu ibu balita mengalami keluhan kesehatan setelah distribusi menu MBG pada Selasa (22/9/2026).

Baca juga: Dengan Datangi Mapolres Jember Dorong Percepatan Kasus Penistaan Agama


Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Jember Bobby Arie Sandi yang juga Ketua Harian Satuan Tugas (Satgas) MBG Kabupaten Jember mengatakan, para korban mengalami sejumlah gejala, mulai mual, muntah, pusing, sakit perut hingga demam.


“Mereka dilaporkan mengalami mual, muntah, pusing, sakit perut, dan demam,” kata Bobby saat dikonfirmasi di Jember, Rabu (23/9/2026).


Menurut Bobby, dari total 29 orang yang terdampak, sebanyak 27 orang telah membaik. Sementara dua orang masih memerlukan observasi medis lebih lanjut.


“Perkembangan terakhir, dari total 29 orang yang terdampak, 27 orang telah membaik. Dua orang masih memerlukan observasi medis lebih lanjut. Namun secara umum kondisi korban terpantau membaik dan situasi terkendali,” ujarnya.


Untuk penanganan medis, sebanyak 12 siswa menjalani observasi di Puskesmas Gumukmas. Sementara 15 siswa lainnya mendapatkan observasi di sekolah oleh tim medis Puskesmas Gumukmas.


Selain siswa, seorang balita juga sempat dibawa ke Puskesmas Gumukmas setelah mengalami muntah satu kali. Balita tersebut kemudian disarankan untuk menjalani rawat inap.


Sedangkan seorang ibu balita yang mengalami keluhan mual masih menjalani observasi dokter.


Kasus tersebut terjadi di MI Al Islah, Dusun Jatiagung, Desa Gumukmas, Kecamatan Gumukmas. Makanan disediakan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jatiagung.


Berdasarkan laporan terbaru Satgas MBG Jember, pihak sekolah menerima distribusi makanan MBG sekitar pukul 06.30 WIB berupa nasi dan lauk tanpa susu.


Sekitar pukul 09.30 WIB, susu kedelai kemudian diterima pihak sekolah dalam kondisi masih hangat dan langsung dibagikan kepada siswa.


Sekitar pukul 10.30 WIB, mulai muncul siswa yang mengeluhkan sakit perut, mual, pusing, dan muntah. Puskesmas Gumukmas menerima laporan dan melakukan penanganan sekitar pukul 11.30 WIB.


Menu MBG yang dibagikan saat itu terdiri dari nasi putih, telur bumbu Pontianak, oseng wortel dan sawi putih, kelengkeng, serta susu kedelai.

Baca juga: MUI Jember Buka Kajian soal Kiai Ngaku Bertemu Allah, Polisi Masih Selidiki Laporan Warga


Sebelumnya diberitakan, Kapolsek Gumukmas AKP Edi Santoso menyampaikan bahwa pada awal kejadian terdapat 28 siswa MI Al Islah yang mengalami keluhan setelah mengonsumsi menu MBG. 


Sebanyak 16 siswa mendapat penanganan awal dan diperbolehkan pulang, sedangkan 12 siswa dibawa ke Puskesmas Gumukmas untuk pemeriksaan lebih lanjut.


“Sekitar pukul 10.30 WIB, pihak sekolah melaporkan kepada Aslap SPPG bahwa sejumlah siswa mengalami mual, muntah-muntah dan pusing usai mengonsumsi menu MBG tersebut,” kata Edi dalam keterangan tertulisnya, Selasa (22/9/2026).


Pasca kejadian tersebut, petugas melakukan pemeriksaan terhadap sampel makanan yang dibagikan kepada para penerima MBG. Tenaga sanitarian dan surveilans mengambil sampel makanan untuk selanjutnya diperiksa di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kabupaten Jember.


Bobby mengatakan pemeriksaan laboratorium dilakukan untuk mengetahui kondisi makanan yang dikonsumsi para penerima manfaat.


“Tenaga sanitarian dan surveilans telah mengambil sampel makanan untuk dikirim ke Labkesda Jember untuk pemeriksaan lebih lanjut,” katanya.


Dengan demikian, penyebab pasti keluhan kesehatan yang dialami para korban belum dapat dipastikan dan masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

Baca juga: Jalan Samanhudi Jember Segera Direkayasa, Uji Coba Lalin Dimulai Paling Cepat Senin


Satgas MBG Jember juga berkoordinasi dengan pihak sekolah dan Posyandu penerima MBG untuk mengimbau agar masyarakat tidak mengonsumsi sisa makanan yang telah dibagikan.


Penerima manfaat juga diminta segera menghubungi Puskesmas apabila mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi makanan MBG.


“Pemantauan dan koordinasi lintas sektor terus dilakukan,” ujar Bobby.


Forkopimcam Gumukmas yang terdiri dari unsur kecamatan, Puskesmas, Polsek, dan Koramil juga masih bersiaga di lokasi MI Al Islah. Tim medis yang disiagakan terdiri dari dua dokter umum, dua perawat, dua tenaga administrasi, dan satu pengemudi.


Sementara itu, dugaan penyebab kejadian masih dalam proses pemeriksaan. Sampel makanan menjadi bagian dari pemeriksaan untuk memastikan apakah terdapat kaitan antara menu yang dikonsumsi dengan keluhan kesehatan yang dialami para korban.


Hingga perkembangan terakhir, kondisi mayoritas korban telah membaik. Pemerintah Kabupaten Jember bersama petugas kesehatan dan unsur terkait masih melakukan pemantauan terhadap dua orang yang memerlukan observasi medis lebih lanjut.

Editor : Wahyudi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru