KLIKJATIM.Com | Malang — Bukan sedang syuting film Titanic, namun sebuah sepeda air berbentuk bebek justru karam di tengah danau Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Wahana tersebut tenggelam setelah dinaiki enam mahasiswa yang menggoyang-goyangkan badan saat berada di tengah danau.
Momen tak biasa itu terekam kamera dan viral di media sosial setelah diunggah akun TikTok @ninoo_tp. Dalam video tersebut, terlihat sepeda bebek berwarna biru perlahan kehilangan keseimbangan sebelum bagian belakangnya miring dan akhirnya tenggelam.
Baca juga: Stylo Sound Ride #TunjukkanStyleLoNyanyi, Rayakan Gaya Retro Honda Stylo 160 di Malang
Insiden yang terjadi di kawasan yang dikenal sebagai Telaga Pink UMM itu sontak mengundang beragam komentar kocak dari warganet. Tak sedikit yang menganggap kejadian serupa sudah seperti tradisi tahunan.
Ada pula warganet yang mengaitkan peristiwa tersebut dengan film drama legendaris.
"Tenggelamnya bebek van der Wijck," tulis akun @ciaavelvet.
Komentar lainnya justru membayangkan betapa berat beban yang harus ditanggung wahana tersebut.
"Mudun o kabeh aku wes tuek gak kuat (Turun semua aku sudah tua tidak kuat)," tulis akun @beacukai027.
Sementara itu, akun @wqfriskaaa menyoroti aksi para penumpang yang menggoyang-goyangkan wahana.
"Jan ra ceto, sak RT numpak kabeh kene yo ndangak-ndangak (Beneran nggak bener, satu RT naik semua, sampai mendongak-dongak)," komentarnya.
Baca juga: Komisi II DPR RI Dukung Program PTSL di Kabupaten Malang
Saksi mata sekaligus pengunggah video, Nino Tri Putra (18), mengatakan insiden tersebut terjadi pada Selasa (22/9/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Mahasiswa Jurusan Akuakultur UMM itu mengaku sudah menduga wahana tersebut bakal kehilangan keseimbangan.
"Di kejadian itu sudah saya prediksi, soalnya dulu kan pernah ada kejadian tenggelam juga. Jadi saya coba videoin pas lagi rekam teman yang main bebek biru," kata Nino saat dikonfirmasi, Rabu (23/9/2026).
Menurut Nino, awalnya enam mahasiswa tersebut masih santai menaiki wahana. Namun, saat mendekati air mancur, mereka mulai menggoyang-goyangkan sepeda bebek ke kanan dan kiri.
"Awalnya santai anak-anaknya. Pas dekat air mancur, digoyang-goyang kanan-kiri. Setelah itu bagian belakangnya miring, sepertinya sudah kemasukan air, lama-lama tenggelam," imbuhnya.
Proses karamnya wahana tersebut berlangsung cukup cepat. Nino menyebut sepeda bebek itu tenggelam dalam waktu kurang dari dua menit.
Bagian belakang yang lebih dulu miring membuat air terus masuk ke dalam wahana hingga akhirnya sepeda bebek tersebut tak lagi terlihat di permukaan danau.
Beruntung, enam mahasiswa yang berada di dalam wahana berhasil menyelamatkan diri dan menuju tepi danau. Tidak ada laporan korban dalam kejadian tersebut.
Proses evakuasi kemudian dilakukan oleh mahasiswa lain menggunakan sepeda bebek berwarna biru. Bantuan tersebut tiba di lokasi sekitar pukul 15.26 WIB untuk membantu mengevakuasi wahana yang karam.
Alih-alih menjadi adegan dramatis ala Titanic, insiden tersebut justru menjadi tontonan sekaligus bahan candaan warganet setelah videonya beredar luas di media sosial.
Editor : Fatih