KLIKJATIM.Com | Sidoarjo — Ratusan siswa SMK YPM 8 Sidoarjo tampak antusias mengikuti layanan khusus perekaman dan pencetakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik bagi pemilih pemula di sekolah mereka, Selasa (22/9/2026).
Kegiatan yang bertempat di lantai tiga gedung SMK YPM 8 Sidoarjo ini merupakan bagian dari program unggulan Dispendukcapil Sidoarjo Goes to School. Sebanyak 170 siswa bergiliran melakukan proses perekaman identitas diri sesuai alur pelayanan yang disiapkan petugas.
Baca juga: Harmoni Teknologi Modern dan Budaya Lokal: Keseruan RoadSync Fest Menyapa Alun-Alun Ponorogo
Kepala SMK YPM 8 Sidoarjo, Dr. Aftoni, S.T., M.M., menyambut positif dan mendukung penuh agenda tahunan ini. Menurutnya, dokumen kependudukan seperti e-KTP sangat vital bagi lulusan SMK yang diproyeksikan langsung terserap di dunia kerja.
“Setiap tahun kami melaksanakan kegiatan ini untuk anak-anak SMK YPM 8 Sidoarjo. Tahun ini diikuti sekitar 170 siswa karena waktunya terbatas,” ujar Aftoni.
Ia menambahkan, kepemilikan KTP menjadi syarat utama kelengkapan administrasi para lulusan saat melamar pekerjaan.
“Anak-anak SMK banyak yang setelah lulus membutuhkan pekerjaan. Harapan kami, setelah memiliki KTP dan menyelesaikan ujian, mereka bisa segera bekerja,” tuturnya.
Baca juga: Unjuk Rasa Jilid 2 Pasar Tanjung: Bupati Fawait Sepakati Penataan Jalan dan Pembentukan Satgas
Ke depan, Aftoni berharap sinergi ini dapat terus dikembangkan ke sektor pelayanan publik lainnya, termasuk kolaborasi dengan kepolisian untuk pengurusan Surat Izin Mengemudi (SIM) C bagi siswa yang telah genap berusia 17 tahun.
Sementara itu, Kepala Dispendukcapil Kabupaten Sidoarjo, Reddy Kusuma, menjelaskan bahwa program Goes to School memang dirancang secara intensif untuk menjangkau pemilih pemula dan warga usia remaja. Perekaman data sejatinya sudah bisa dilakukan mulai usia 16 tahun, sedangkan cetak fisik e-KTP diserahkan saat siswa genap berusia 17 tahun.
"Kegiatan perekaman ke sekolah-sekolah kami lakukan rutin setiap minggu. Hingga saat ini, tercatat sudah sekitar 50 sekolah yang kami jangkau dengan target rata-rata perekaman minimal 150 siswa per sekolah," ungkap Reddy.
Baca juga: TransNusa Perluas Jaringan Domestik, Resmikan Rute Langsung Denpasar–Surabaya
Selain menyasar lingkungan sekolah, Dispendukcapil Sidoarjo juga menggalakkan program Jemput Bola Terpadu (JBT) di tingkat desa untuk melayani pengurusan dokumen kependudukan secara komprehensif, mulai dari akta kelahiran, akta kematian, surat pindah, hingga Aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Bagi kelompok rentan, Dispendukcapil menghadirkan program inovatif Layanan Peduli Dilan yang menyasar warga berkebutuhan khusus/disabilitas, Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), serta lansia.
"Tim Dispendukcapil siap datang langsung ke rumah (door to door) bagi warga rentan yang tidak memungkinkan hadir ke lokasi pelayanan publik," pungkas Reddy.
Editor : Fatih