KLIKJATIM.Com | Surabaya -Pemerintah Kota Surabaya bersama Kejaksaan Tinggi Jawa Timur dan Kantor Wilayah ATR/BPN Provinsi Jawa Timur (Jatim) berhasil menyelamatkan aset negara senilai hampir Rp1 triliun periode Januari hingga September 2026.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di Surabaya, Selasa mengatakan capaian ini merupakan hadiah terindah karena aset yang berhasil dipulihkan kembali itu merupakan hak milik Pemkot Surabaya dan harus bisa bermanfaat untuk warga Surabaya.
"Alhamdulillah hari ini selama 2026 ada penyerahan sertifikat yang kalau ditotal nilai itu Rp992.744.896.600. Ini bukan angka yang kecil, tapi itulah bukti kolaborasi yang luar biasa, dipimpin Kajati sehingga aset negara kembali lagi hampir Rp1 triliun," katanya.
Ia mengatakan, penyelamatan dan pemanfaatan aset ini tidak mudah karena Pemkot Surabaya harus teliti serta memastikan aset yang akan diselamatkan bebas dari permasalahan hukum. Sehingga, Pemkot Surabaya menggandeng Kejati Jatim dan Kantor Pertanahan Kota Surabaya I dan II.
Ia menyebutkan, supaya proses sertifikasi aset berjalan lancar, Pemkot Surabaya mengkategorikan register K1, K2, dan K3 untuk tanah yang belum bersertifikat.
"Kategori K1, terdapat 297 register yang menjadi prioritas utama tanpa sengketa hukum dan telah dikuasai Pemkot Surabaya. Kategori K2, terdapat 2.030 register prioritas yang telah dikuasai Pemkot, namun dokumen pendukungnya masih belum lengkap. Kategori K3, terdapat 3.330 register yang masuk dalam skema penyelesaian tahap berikutnya," katanya.
Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) ATR/BPN Provinsi Jawa Timur Muhammad Naim mengatakan sebanyak 2.327 aset yang masuk dalam K1 dan K2 bisa segera diselesaikan.
“Dalam rangka percepatan legalisasi aset Pemkot Surabaya, kami bentuk tim khusus untuk pengurusan aset ini demi percepatan. Mudah-mudahan sampai di akhir tahun ini, khususnya untuk Waduk Adhyaksa bisa kita selesaikan secepatnya agar bisa dibangun oleh pak wali kota,” kata Naim.
Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur Abdul Qohar menegaskan bahwa jajaran Kejati Jatim ikut serta melakukan percepatan penyelamatan 2.327 aset Pemkot Surabaya tersebut serta proses tersebut bisa diselesaikan secara bertahap hingga akhir tahun ini.
"Satgas kita ada 30 orang lebih yang selalu bekerja keras untuk memulihkan keuangan negara dan aset pemerintah daerah. Kerja keras mereka pun harus didukung oleh jajaran wali kota,” kata Kajati Qohar
Editor : Wahyudi