Jejak Literasi Lintas Negara: 10 Guru MTsN 4 Sidoarjo Menembus Kitab Pantun Majelis ASEAN

Reporter : Anas
Islakhah Wahyuni, M.Pd.I., Kepala MTsN 4 Sidoarjo memberi apresiasi kepada penulis Kitab Pantun Majelis ASEAN dengan ucapan terima kasih dan MTsN 4 Sidoarjo akan terus mendukung para penulis.

KLIKJATIM.Com | Sidoarjo — Komitmen menguatkan budaya literasi di lingkungan pendidikan kembali dibuktikan oleh jajaran pendidik Jawa Timur. Sebanyak sepuluh guru dari Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 4 Sidoarjo resmi mencatatkan namanya sebagai penulis dalam karya internasional bertajuk Kitab Pantun Majelis ASEAN.

Buku kolaboratif tersebut menghimpun karya 1.500 penulis dari lima negara di Asia Tenggara, yakni Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, dan Brunei Darussalam. Proyek literasi lintas negara yang digagas oleh Datok Sri Asrizal Nur ini juga mendapat apresiasi khusus melalui kata pengantar dari Rektor Universitas Lancang Kuning Pekanbaru sekaligus Guru Besar Kajian Budaya, Prof. Dr. Junaidi.

Baca juga: Gubernur Khofifah Tinjau UPT Batu: Dorong Jadi Penggerak Sektor Sapi Perah dan Penghasil PAD Jawa Timur

Koordinator Literasi MTsN 4 Sidoarjo, Nur Sjamsuarini Pudji Astutik, menegaskan bahwa keikutsertaan para guru dalam proyek megah ini bukan sekadar mengejar formalitas pencantuman nama, melainkan bagian dari proses pembelajaran berkelanjutan.

"Menulis bukan sekadar merangkai kata menjadi kalimat yang indah. Lebih dari itu, menulis merupakan proses belajar, mengembangkan kreativitas, mengasah kemampuan berpikir, dan meninggalkan jejak karya yang dapat dikenang," ujar Pudji.

Adapun sepuluh guru MTsN 4 Sidoarjo yang berhasil menembus seleksi dan masuk dalam buku antologi tersebut adalah Islakhah Wahyuni, Nur Sjamsuarini Pudji Astutik, Nur Hidayati, Aisatul Mufarrohah, Siti Solichah, Kasriatin, Kholipah, Faridah Ulfah, Ainun Rosyidah, dan Samhah.

Pencapaian ini tidak diraih secara instan. Perjalanan intelektual para pendidik ini telah dimulai sejak Januari 2026 melalui serangkaian tahapan ketat, mulai dari pendaftaran, pelatihan penulisan pantun majelis, pendampingan intensif bersama mentor, penyusunan bait, hingga tahap evaluasi akhir.

Baca juga: Sambut Sensasi LAKI CODE di Malang: Dari Adu Adrenalin hingga Kemeriahan Night Ride Honda Vario Evo 160

Pelatihan tersebut melatih ketajaman para guru dalam memilih diksi, menjaga kerapian rima, serta menyampaikan pesan-pesan substantif melalui kepadatan struktur pantun sebagai salah satu warisan budaya Melayu dan sastra Asia Tenggara.

"Bagi seorang guru, kesempatan mengikuti pelatihan menulis bukan hanya tentang menghasilkan karya pribadi. Pengalaman tersebut juga dapat menjadi bekal untuk mengembangkan pembelajaran yang kreatif dan menumbuhkan budaya literasi di lingkungan madrasah," kata Pudji menambahkan.

Karya kolaboratif internasional ini kini telah resmi memiliki kepastian dokumentasi dengan terbitnya nomor ISBN 978-634-72740-5-2. Bagi keluarga besar MTsN 4 Sidoarjo, raihan ini menjadi bukti konkret bahwa dedikasi pendidik tak boleh terhenti di dalam ruang kelas.

Baca juga: Gubernur Khofifah Ajak ICMI Jatim Jadikan Jawa Timur Living Laboratory untuk Riset dan Inovasi

Pudji menilai, sikap pendidik yang terus berinovasi dan berani berkarya akan memberikan keteladanan langsung (modelling) bagi para peserta didik. Budaya membaca dan menulis di madrasah tidak lagi sebatas imbauan atau slogan, melainkan hadir dalam praktik nyata.

"Semoga karya ini menjadi motivasi untuk terus menulis, menginspirasi peserta didik, dan mengembangkan budaya literasi di madrasah. Karena guru yang terus berkarya tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga memberikan teladan bahwa belajar dan berproses tidak pernah mengenal kata selesai," pungkasnya.

Editor : Fatih

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru