Silika Sisa Produksi Petrokimia Gresik Dimanfaatkan untuk Penyaringan Belerang, Hemat Rp259 Juta

Reporter : Abdul Aziz Qomar
Menteri Hukum Republik Indonesia Supratman Andi Agtas berjabat tangan dengan SVP Operasi III Petrokimia Gresik Bambang Ariwibowo usai penyerahan sertifikat paten sederhana. (Do/PG)

KLIKJATIM.Com | Gresik – Produk samping dari proses produksi aluminium fluorida (AlF₃) di PT Petrokimia Gresik kini dimanfaatkan kembali untuk mendukung proses produksi asam sulfat.

Material berupa silika yang sebelumnya membutuhkan pengelolaan dan tempat penyimpanan tersendiri dikembangkan menjadi alternatif bahan penyaring belerang cair. Inovasi tersebut bahkan telah memperoleh Sertifikat Paten Sederhana dari Kementerian Hukum Republik Indonesia.

Baca juga: Libatkan 261 Siswa, School Lab Farming Petrokimia Gresik Dongkrak Panen Bawang Merah hingga Lima Kali Lipat

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, mengatakan inovasi tersebut dikembangkan untuk menjawab kebutuhan pengelolaan produk samping sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan penyaring yang selama ini diperoleh dari pihak lain.

“Selama ini, penyaringan belerang cair menggunakan diatomaceous earth yang diperoleh dari pihak lain. Melalui inovasi ini, kami tidak hanya menemukan solusi atas produk samping silika yang dihasilkan perusahaan, tetapi juga menghadirkan alternatif bahan penyaring yang dapat mendukung efisiensi proses produksi,” ujar Daconi, Senin (21/9/2026).

Silika tersebut merupakan produk samping dari unit produksi aluminium fluorida. Dalam satu bulan, unit tersebut menghasilkan sekitar 990 ton silika dalam bentuk padatan.

Volume yang cukup besar itu membuat perusahaan perlu menyiapkan pengelolaan dan area penyimpanan. Kondisi tersebut kemudian menjadi salah satu alasan Petrokimia Gresik mengembangkan pemanfaatan silika agar memiliki nilai guna lebih tinggi.

Silika hasil samping tersebut digunakan sebagai alternatif bahan penyaring pada proses produksi asam sulfat. Asam sulfat sendiri menjadi salah satu bahan yang digunakan dalam proses produksi pupuk di Petrokimia Gresik.

Dalam proses produksi asam sulfat terdapat tahapan penyaringan belerang cair untuk menghasilkan bahan yang memenuhi standar mutu. Melalui inovasi tersebut, silika yang sebelumnya merupakan produk samping dapat digunakan dalam tahapan penyaringan tersebut.

Baca juga: Usai Demo di DPR, Usaha Ketua Forum Petani Jember sebagai Distributor Pupuk Dicoret

Pemanfaatan ini memberikan manfaat dari dua sisi. Selain mengurangi kebutuhan pengelolaan dan penyimpanan produk samping, penggunaan silika juga dapat mengurangi kebutuhan pembelian diatomaceous earth dari pihak lain.

Dari sisi ekonomi, inovasi tersebut diproyeksikan memberikan potensi penghematan hingga sekitar Rp259,6 juta per tahun.

“Melalui inovasi ini, kami ingin membangun cara pandang bahwa produk samping tidak selalu menjadi beban pengelolaan. Dengan riset dan inovasi yang tepat, material tersebut dapat dikembangkan menjadi solusi yang mendukung efisiensi dan keberlanjutan proses industri,” jelas Daconi.

Sementara itu, Sertifikat Paten Sederhana diserahkan Menteri Hukum Republik Indonesia Supratman Andi Agtas kepada Senior Vice President (SVP) Operasi III Petrokimia Gresik Bambang Ariwibowo yang mewakili manajemen perusahaan.

Baca juga: Petrokimia Gresik Dukung Regenerasi Dalang Muda Lewat Pagelaran Wayang Kulit

Penyerahan dilakukan dalam kegiatan “What’s Up Campus Calls Out” (WCCO) yang digelar Kementerian Hukum Republik Indonesia di Airlangga Convention Center beberapa waktu lalu.

Daconi mengatakan, perolehan paten tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan mengembangkan inovasi yang dapat memberikan nilai tambah terhadap sumber daya yang tersedia.

Ke depan, Petrokimia Gresik juga membuka peluang pengembangan pemanfaatan silika untuk kebutuhan industri lain yang memiliki karakteristik proses serupa.

“Ke depan, kami akan terus mendorong lahirnya inovasi yang mampu menciptakan nilai tambah bagi perusahaan. Bukan hanya dari sisi ekonomi dan efisiensi, tetapi juga melalui optimalisasi sumber daya dan pemanfaatan produk samping secara lebih berkelanjutan,” ucapnya.

Editor : Abdul Aziz Qomar

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru